Pelestari Naskah Kuno asal Lamteng Raih Penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Seorang sahabat cagar budaya Lampung Tengah meraih penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka 2019 dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia.

Adalah Tauhid Kurniawan. Dia meraih penghargaan tersebut berkat dedikasinya dalam merawat dan melestarikan Naskah Kuno milik Abu Bakar.

Abu Bakar yang memiliki gelar Suttan Usul Adat itu merupakan ayah dari Tauhid Kurniawan. Keduanya merupakan warga Dusun I, Kampung Surabayailir, Kecamatan Bandarsurabaya, Lampung Tengah.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng, Syarief Kusen, S.Pd. MM., Jumat (6/9/2019). Menurutnya, Tauhid Kurniawan mendapat penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka untuk kategori Pelestari Naskah Kuno.

“Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Perpustakan Nasional RI Muhammad Syarif Bando pada malam apresiasi Nugra Jasadarma Pustaloka yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional di Jakarta Theater, Kamis 5 September 2019,” ujar Syarief Kusen, didampingi Kabid Kebudayaan Linggar Nunik Kiswari, S.Sn. MM.

Menurut Kusen-sapaan akrabnya, sebelum mendapat penghargaan, tim pusat melakukan penilaian terhadap lembaga/perorangan yang menyimpan, merawat, dan melestarikan Naskah Kuno.

Setelah itu diputuskan bahwa Tauhid Kurniawan terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka untuk kategori Pelestari Naskah Kuno.

Naskah Kuno yang dipelihara dan dilestarikan Tauhid Kurniawan hingga mendapat penghargaan tersebut berisi tentang tulisan obat-obatan tradisional, adat istiadat orang Lampung dan ilmu kanuragan. “Naskah itu berbentuk tulisan Lampung kuno yang beriisikan tentang obat-obatan, adat istiadat dan ilmu kanuragan,” jelasnya.

Adanya penghargaan ini, pihaknya berharap akan menjadi inspirasi bagi generasi di Lampung Tengah lebih peduli dengan cagar budaya yang ada di kabupaten ini.

“Semoga menjadi inpirasi bagi generasi kita, khususnya untuk para sahabat cagar budaya Lampung Tengah, agar lebih peduli dalam pelestarian pemeliharaan dan perawatan terhadap cagar budaya terutama naskah kuno. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menjaga warisan masa lalu. Yaitu cagar budaya seperti naskah kuno dan lainnya,” pungkasnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *