Pembangunan Jembatan di Kelurahan Simbarwaringin Mangkrak

Radarlamteng.com, TRIMURJO- Pembangunan jembatan penghubung yang berada di Lingkungan Tujuh, Kelurahan Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah (Lamteng) mangkrak.

Pembangunan jembatan yang menggunakan dana APBD 2019 tersebut diduga diabaikan oleh pelaksana pembangunan. Sebab satu-satu nya akses jalan menuju Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Trimurjo itu tidak ada tanda-tanda kelanjutan pembangunannya.

Berdasarkan data yang di peroleh di lokasi, pembongkaran jembatan tersebut sebelumnya di lakukan pada malam hari. Terlebih pembongkaran tersebut pun tidak melalui ijin dari aparatur kelurahan setempat.

Menurut Julie Ichwan, pembongkaran jembatan yang berukuran 24 meter persegi tersebut sudah berlangsung selama 10 hari terahir. Namun hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda akan di kerjakan.

“Sekitar 10 hari lalu, jembatan ini dibongkar menggunakan alat berat (eksapator) pada malam hari. Namun hingga kini belum juga ada tanda-tanda akan dilanjutkan. Hal itu terlihat dari belum adanya bahan bangunan (material) sedikitpun dilokasi,” terang Julie yang juga ketua LPM Kelurahan Simbarwaringin ini.

Dia menilai tindakan pelaksana ataupun kontraktor yang telah membongkar jembat yang belum pasti dibangun adalah tindakan yang salah. Sebab jalan tersebut merupakan akses warga sekitar yang akan beraktifitas, terutama siswa sekolah baik yang hendak berangkat ke sekolah maupun pulang sekolah.

“Ini adalah tindakan salah dari kontraktor, sebab kalaupun memang belum pasti dibangun seharusnya jangan di bongkar dulu, ini sama saja memutus akses warga sekitar. Karena warga harus berputar arah lebih jauh lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Narto salah satu warga sekitar mengungkapkan kekecewaannya kepada dinas terkait, dirinya pun mewakili warga sekitar berpesan kepada pemerintah agar segera merealisasikan pembangunan tersebut.

“Saya harap pemerintah segera mengambil tindakan tegas untuk menegur kontraktor yang mengerjakan pembangunan ini,sebab sudah 10 hari lebih pembongkaran jembatan ini belum juga ada tanda-tanda akan di bangun,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan,apabila pemerintah tidak segera merealisasikan pembangunan jemtan tersebut warga akan mengambil sikap tegas.

“Kalau pemerintah maupun dinas terkait tidak sanggup merealisasikan bangunan ini,kami warga lingkungan tujuh ini akan mengambil tindakan tegas dengan menggalang dana untuk membangun jembatan ini,kami sebagai warga merasa kecewa,sebab jembatan ini satu-satunya akses kami sehari-hari,” pungkasnya. (cw29/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *