Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Resmi dilantik Ketua Umum DPP Granat Henry Yosodiningrat, Abdullah Surajaya nahkodai DPC Granat Kabupaten Lampung Tengah periode 2025-2030.
Pelantikan di gelar di Gedung Sesat Agung, Nuwo Balak, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (16/4/2025).
Selain dihadiri Henry Yosodiningrat, pelantikan juga dihadiri Ketua Granat Provinsi Lampung, Tony Eka Candra, Kepala BNN Provinsi Lampung, Brigjen Pol. Norman Widjajadi, Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, Wakil Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, Forkopimda Lampung Tengah, serta Ketua DPC granat kabupaten/kota se-provinsi Lampung.
Kegiatan yang mengusung tema Bersama granat kita wujudkan Lampung tengah bersinar (bersih narkoba) menuju generasi emas 2045 ini telah mengukuhkan 133 pengurus yang terdiri dari 67 pengurus harian dan 66 orang di devisi-devisi.
Ketua DPC Granat Lampung Tengah, Abdullah Surajaya mengatakan setelah dilantik dirinya berharap organisasi ini bisa berjalan dengan baik dan konsisten dalam memberantas narkoba di Lampung Tengah.
“Granat Lampung Tengah akan menjadi garda terdepan dalam mencegah dan memberantas narkoba di Lampung Tengah,” ujarnya.
Dirinya akan segera melakukan evaluasi dan menyusun program-program kerja kedepan, sebagaimana yang diharapkan Ketua Umum DPP Granat, bahwa dalam waktu enam bulan kedepan DPC Granat Lampung Tengah untuk segera melakukan workshop dan segera melakukan konsolidasi kebawah untuk pembentukan di tingkat kecamatan hingga ranting atau kampung.
“Harapan kita setelah dilantik, seluruh pengurus granat bisa bekerjasama dan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi narkoba yang ada di kabupaten Lampung Tengah. Dan kami tadi juga memiliki target bahwa dalam waktu 4 tahun kedepan Lampung Tengah akan bersinar atau bersih narkoba,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya mengucapkan Selamat kepada kepengurusan baru yang telah dilantik oleh Ketua Umum DPP granat.
Ia berharap Granat Lampung Tengah mampu bekerja dengan baik membantu pemerintah daerah untuk memerangi narkoba di kabupaten Lampung Tengah.
Menurut Ardito, cara melawan narkoba itu dimulai dari diri sendiri. Untuk itu dirinya berpesan kepada sekda, dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Lampung Tengah beserta jajarannya, untuk menjauhi barang haram tersebut. Sebab, narkotika merupakan wabah penyakit yang cepat menular dan berkembang. Dan dapat merusak generasi muda di Lampung tengah.
“Saya juga mengintruksikan kepada sekda dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Lampung Tengah, kemudian para camat, kepala kampung dan lurah untuk bisa bersinergi. Kami akan menindak tegas dan kami akan memperbaiki dari dalam, tidak ada kompensasi sama sekali terhadap barkoba. Semua jajaran yang tertangkap atau terlibat karena narkoba kami akan memberikan tindakan tegas sampai ke pemecatan,” kata Ardito.
Oleh karena itu, lanjut Ardito, perang dengan narkoba ini sungguh-sungguh dan dukungan ini semoga bisa di manfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh granat dan semua jajarannya bisa membuat Lampung tengah menjadi bersih narkoba.
“Saya berpesan kepada PNS di lingkungan Pemkab Lampung Tengah, bahwa narkoba merusak kita, membuat SDM turun, dan membuat kita bekerja secara tidak kreatif, kami tidak ada kompensasi terhadap narkoba. Dengan tegas kami akan memecat bagi PNS yang tersandung narkoba. Karena kami membutuhkan generasi muda yang kreatif dalam berfikir untuk membangun Lampung Tengah,” tegasnya.
Bupati juga menekankan bahwa Pemkab Lampung Tengah akan terus bersinergi dengan DPC granat Lampung Tengah untuk memerangi narkoba di bumi Beguai Jejamo Wawai ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP Granat, Henry Yosodiningrat berpesan kepada DPC Granat Lampung Tengah untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dalam memerangi narkoba.
Kemudian, setelah dilantik DPC granat Lampung tengah diharapkan dapat segera melaksanakan tugasnya, terus mengembangkan organisasi mulai dari tingkat PAC hingga ranting-ranting di tingkat kampung.
“Paling tidak setiap satu pengurus bisa merekrut 10 orang. Jadi akan ada 1.300 orang lebih yang di rekrut, kemudian 1.300 orang ini akan merekrut 10 orang lagi. Sehingga akan menjadi 13 ribu orang. Jadi setidaknya 13 ribu orang ini akan bersih dari narkoba. Nah ini adalah sistem yang bisa kita pakai dalam memerangi narkoba di Lampung Tengah,” ujarnya.
Henry berharap empat tahun kedepan Lampung tengah bisa menjadi kabupaten bersih narkoba. (tka/rid)
