Radarlamteng.com, SEPUTIHSURABAYA – Kebakaran melahap Gereja GPDI EL Shaday di Kecamatan Seputihsurabaya, Jumat (20/12/24) sekitar pukul 05.00 WIB.
Pihak kepolisian dari Polsek Seputihsurabaya sudah melakukan olah TKP di gereja yang berada di Kampung Gaya Baru 2 tersebut.
“Setelah kami lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, kami menemukan indikasi bahwa lilin yang digunakan sebagai penerangan telah membakar lemari kayu dan merembet ke bagian plafon bangunan gereja,” kata Kapolsek Seputihsurabaya Iptu Jufriyanto mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Andik Purnomo Sigit dalam keterangan persnya, Sabtu (21/12/2024).
Kata kapolsek, lilin yang ditempatkan di atas lemari kayu dan tidak terkontrol saat digunakan sebagai penerangan alternatif setelah pemadaman listrik.
“Kami pastikan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian ini. Kebakaran tersebut disebabkan oleh lilin yang diletakkan di atas lemari kayu di dalam gereja,” imbuhnya.
Akibat kebakaran, bangunan gereja mengalami kerusakan yang cukup parah, dengan estimasi kerugian materiil mencapai sekitar Rp. 150 juta.
“Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa, dan seluruh orang yang berada di lokasi kejadian selamat,” ungkap kapolsek.
Dia menjelaskan kronologi kejadiannya. Bermula pada Selasa 17 Desember 2024, ketika Pendeta Pantas Silitonga (70) dan Pendeta Lamria Sihotang (65) meninggalkan gereja untuk melakukan perjalanan ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, guna melaksanakan kegiatan keagamaan.
Mereka meninggalkan dua orang yang berada di dalam gereja, yaitu Joshua (14) dan seorang wanita bernama Emi.
Pada Kamis, 19 Desember 2024, sekitar pukul 16.30 WIB, terjadi pemadaman listrik oleh PLN di daerah tersebut.
Untuk mengganti penerangan, Joshua kemudian menyalakan lilin dan meletakkannya di atas lemari kayu.
“Pada pagi harinya, sekitar pukul 05.00 WIB, Joshua terbangun dan mendapati lilin yang ia nyalakan telah membakar lemari kayu dan merembet ke plafon gereja,” jelas Kapolsek.
Melihat api yang semakin membesar, Joshua segera berusaha memadamkan api.
Namun, api tak dapat dikendalikan, sehingga ia membangunkan Emi yang berada di kamar lain dan meminta bantuan warga sekitar.
Sekitar pukul 07.00 WIB, mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Lampung Tengah tiba di lokasi.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB, setelah upaya keras dari tim pemadam, anggota Kepolisian, TNI dan warga setempat,” terangnya. (rls/rid)
