Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Program Ngobrol Malam (Ngolam) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Lamteng mendapat antusias petani. Pasalnya pada kesempatan tersebut menjadi sarana bagi petani untuk menyampaikan aspirasinya langsung sehingga petani ingin program Ngolam ini bisa terus berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Lamteng Jumali,S.P,.M.IP mengutarakan dengan Ngolam, program pembangunan pertanian dapat sampai langsung kepada petani. Disini juga arahnya mengacu semangat kerja penyuluh dalam melayani petani.
“Program Ngolam ini diharapkan untuk menggerakkan, memperkuat dan mempertajam pembangunan pertanian di daerah Lamteng. Dan antusias petani luar biasa, ratusan petani hadir dan secara langsung menyampaikan berbagai kondisi sampai kendala yang terjadi.
Sebagai bukti antusias petani pada setiap Ngolam diadakan dari yang diundang 100 namun yang hadir bisa 300 – 500 petani.
Disini juga semua tim dari Kadis Ketahanan Pangan Lamteng, Gapoktan, Poktan, P3A, KTNA, KWT, dan KPL hadir untuk bersama-sama berdiskusi dan mencari solusi. Penyuluh harus berdampingan dengan petani, dan dengan Ngolam ini bisa untuk melakukan pembinaan dan mengawal program-program kepada petani,” jelas Jumali Senin (6/11/2023).
Banyak petani yang menyampaikan melalui kepala kampung seperti di Kotagajah minta program Ngolam dapat dilakukan berulang ulang, termasuk di Kecamatan Selagai Lingga, Anak Ratu Aji yang juga berharap program Ngolam untuk terus bergulir, jangan hanya sekali saja.
Program Ngolam ini baru pertama digalakkan di Lamteng dan ternyata mendapat sambutan yang antusias dari petani.Salah satu program yang diberikan adalah Kartu Petani Berjaya, Asuransi Usaha Tani, dan upaya bersama dalam menghadapi dampak El Nino.
Menurut Jumali, pokok persoalan mengapa petani diberikan Kartu Petani Berjaya (e-KPB), hal ini untuk
menjaga, mengawal transparasi pupuk bersubsidi. Kemudian upaya lain pemerintah yakni melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) adalah langkah mengatisipasi jika petani dalam berbudidaya tidak berhasil, jangan sampai petani merugi terlalu banyak karena sudah diasuransikan.
“Saat ini meskipun Iklim El Nino sudah terjadi, penyuluh pertanian juga harus terus berdampingan dengan petani dan mengajak untuk tetap semangat dan beradaptasi dengan iklim ini, dimana petani harus tetap berbudidaya dalam pengelolaan pertanian,” pungkasnya.(sci/rid)
