Kabar Duka, Ayahanda Ni Ketut Dewi Nadi Tutup Usia

Radarlamteng.com, SEPUTIHRAMAN – Kabar duka kembali datang dari keluarga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Ni Ketut Dewi Nadi. Setelah bulan September lalu ibunda tercintanya, kini ayah kandung ni Ketut Dewi Nadi, I Wayan Sumrig (Pan Suci Rohani) yang juga merupakan mertua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) I Komang Koheri meninggal dunia pada Minggu (30/10/2022) sekitar pukul 05.00 WIB karena sakit.

Pemakaman dilakukan secara Ngaben, Selasa (2/11/2022) di Pure Prajo Pati, Kampung Ramadewa, Kecamatan Seputihraman, Lamteng.

I Wayan Sumrig meninggal di usia 93 tahun dan meninggalkan 8 orang anak serta 15 cucu dan 9 orang cicit.

Semasa hidupnya, I Wayan Sumrig dikenal sebagai sosok ayah yang selalu mengajarkan tentang hakikat kehidupan dan pegangan hidup. Sehingga menjadi sosok yang sangat inspiratif bagi anak-anaknya. Hal tersebut disampaikan Ni Ketut Dewi Nadi, disela-sela prosesi ngaben. “Bapak kami selalu mengajarkan kepada anak-anaknya harus berpegang pada tri kaya parisudha, yakni berpikir yang baik, karena dari berpikir yang baik maka perkataan yang keluar dari mulut kita akan mengikutin yang baik, kemudian dari perkataan yang baik maka akan timbul perbutan yang baik. Jadi itu yang selalu di ajarkan oleh bapak kami,” ujarnya.

Selain itu juga, lanjut Ni Ketut Dewi Nadi, dirinya juga sering mendapat nasehat untuk selalu memegang teguh perkataan. “Bapak kami juga selalu menasehati kepada kami bahwa setiap perkataan harus bisa di pertanggungjawabkan. Jadi setiap perkataan kami tidak boleh mencla-mencle,” bebernya.

Sementara itu, Anggota DPR RI, I Komang Koheri yang merupakan menantu I Wayan Sumrig menjelaskan, bahwa ayah mertuanya merupakan orang yang sangat sederhana. Almarhum juga merupakan pelopor transmigrasi pada tahun 1957 bersama 50 orang lainnya dari Tabanan, Provinsi Bali.

“Semasa hidupnya beliau adalah sosok yang sederhana. Selain seorang petani beliau juga seorang seniman. Jadi memang banyak pelajaran dari beliau tentang kesederhanaan dalam hidup,” ungkapnya.

Suami Ni Ketut Dewi Nadi ini menjelaskan bahwa banyak pesan yang selalu disampaikan oleh almarhum, salah satunya tentang kejujuran. “Beliau selalu berpesan tentang kejujuran dan bagaimana kita melaksanakan kebenaran. Karena ketika kita melaksanakan kejujuran membuat pikiran menjadi tenang, jadi bisa menikmati hidup ini dengan penuh kedamaian. Seperti yang selalu beliau lakukan selama ini,” pungkasnya.

Komang Koheri berharap, sifat-sifat baik ayah mertuanya tersebut bisa menjadi inspirasi bagi seluruh anak, cucu dan cicitnya, bahkan untuk seluruh masyarakat terutama para generasi muda untuk belajar dari kiprahnya yang berani transmigrasi untuk merubah nasib, berani berjuang untuk masa depan yang tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk generasi muda berikutnya. “Banyak hal yang bisa kita teladani dari sifat dan kiprah beliau, yakni dengan keuletan, kejujuran, semangat dan kesederhanaan beliau bisa menjadi orang yang bisa mencukupi ke-8 anaknya hingga menjadi orang yang sukses dan menjadi orang yang bermanfaat untuk banyak orang,”kata Komang Koheri.

Dalam prosesi ngaben terlihat banyak masyarakat yang melayat kerumah duka bahkan turut menghantarkan di tempat prosesi ngaben, sebagai bentuk ungkapan bela sungkawanya kepada keluarga yang di tinggalkan. (tka/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *