Diduga Salahi Aturan, Satgas Pengawasan Koperasi Lamteng Tutup KSP AGK Kotagajah

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Tim Satgas Pengawas Koperasi Lampung Tengah (Lamteng) yang dibentuk berdasarkan SK Menkop UKM dan SK Gubernur Lampung mengambil tindakan tegas terhadap koperasi yang menyalahi aturan perundang-undangan.

Seperti yang dilakukan pada Selasa (3/8/2021). Tim yang dipimpin Ketua Satgas Pengawasan Koperasi Lamteng Dra. Hj. Mardiana, MM., ini melakukan penutupan terhadap salah satu koperasi di kabupaten setempat. Yakni KSP Artha Graha Kencana (AGK) yang beralamat di Kecamatan Kotagajah.

Mardiana yang juga Kabid Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Lamteng mengatakan, ditutupnya koperasi tersebut karena diduga kuat telah menjalankan sistem di luar aturan perundang-undangan koperasi.

Yang dimaksud melanggar aturan, jelas Mardiana, koperasi yang ditutup tersebut melakukan praktek pembungaan uang.

“Memang bajunya koperasi. Tapi kenyataannya pembungaan uang atau rentenir,” jelasnya.

Ditambahkan dia, sebelum timnya melakukan tindakan tegas itu, pihaknya telah melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap koperasi tersebut.

Namun pemilik koperasi, katanya, tidak pernah mengindahkan arahan dari satgas. “Sehingga kita terpaksa melakukan penutupan,” bebernya.

Dikatakan Mardiana, selain tidak menjalankan sistem koperasi, KSP AGK juga bermasalah pada legalitasnya. Yakni, badan hukumnya kedaluwarsa serta pengurusnya adalah keluarga.

“Punya badan hukum. Tapi sudah mati dan tidak ada anggota koperasinya. Lalu pengurus semua keluarga dan menghimpun dana dari bukan anggota. Ini menyalahi aturan undang-undang koperasi,” tegasnya.

Menurut Mardiana, tindakan yang ia ambil tidak dipermasalahkan oleh pihak pengurus koperasi.

“Pihak koperasi menerima tindakan ini. Bahkan jajaran pengurus telah membuat surat pernyataan di atas materai untuk berhenti beroperasi,” pungkasnya.

Sementara, dalam surat pernyataan yang diterima redaksi radarlamteng.com, tertulis bahwa pengurus koperasi akan membubarkan diri serta tidak akan melakukan kegiatan lagi menggunakan nama KSP AGK.

Kemudian, surat yang ditandatangani Ketua Pengurus KSP AGK Nurul Huda, Bendahara Reviana Ningtyas dan Ketua KSP AGK Uun Indrajaya di atas materai itu juga menyebutkan bahwa pembubaran diri dilakukan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *