Kadivpas Kemenkumham Lampung Resmi Buka KPK di Lapas Kelas IIB Gunungsugih

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Lampung, Farid Junaedi. Bc. Ip. S. Sos. MH, secara resmi membuka Kegiatan Pelatihan Kemandirian (KPK). Senin (15/2/2021).

Lauching KPK yang berlangsung di Aula Dr. Sahardjo Lapas setempat itu saksikan langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Gunungsugih Denial Arip. Amd. Ip. SH. MH Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (Uptd) Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Metro Tri Retno. P, dan beberapa peserta pelatihan.

Pada kesempatan itu, Kadivpas Kanwil Kemenkumham Lampung Farid Junaedi mengungkapkan, bahwa kegiatan kemandirian bagi warga binaan tersebut terbagi menjadi tujuh kegiatan. Dimana disetiap kegiatan pelatihan melibatkan 20 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP).

“Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Lapas Kelas IIB Gunungsugih, BLK dan juga Pangkas Rambut Amazing Kota Metro. Bahkan sebelumnya kita juga sudah melakukan MoU kepada beberapa unsur diantaranya Pertanian dan juga Barbershop. Dan ini adalah tugas petugas Lapas untuk memberikan bekal kepada WBP, agar saat bebas nantinya mereka bisa lebih aktif dan bermanfaat bagi dirinya, keluarganya maupun masyarakat dengan keterampilan yang kita berikan” terang Farid.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Gunung Sugih Denial Arif mengatakan, bahwa kegiatan pelatihan tersebut diharapkan dapat ditularkan kepada seluruh warga binaan yang ada didalam Lapas. “Tujuh kegiatan ini adalah program kita, dimana disetiap satu kegiatan melibatkan 20 orang. Dan saya berharap dari 20 orang ini dapat menularkan kepada 600 warga binaan lainnya, jadi bukan hanya yang ikut pelatihan saja,” ujar Denial.

Selain itu, lanjut Denial, kegiatan pelatihan diharapkan dapat terakomodir, sehingga nanti di saat warga binaan telah kembali ke masyarakat dapat bermanfaat bagi warga binaan terutama bagi keluarga.

“Dalam tujuh kegiatan ini adalah kejasama kita dengan BLK, kami juga di tuntut oleh pimpinan untuk dapat bersinergi dengan siapapun, dan kami sudah berbicara dengan dinas pertanian serta dinas lainnya untuk dapat melakukan pelatihan disini. “Sebab kami disini tidak terfokus dengan satu program saj, seandainya nanti suatu ketika kami mendapatkan bantuan untuk pelatihan dari Pemerindah Daerah tentunya itu yang sangat kami harapkan,” pungkasnya.

Diketahui, Lapas Kelas IIB bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Metro melakukan kerjasama dalam kegiatan pelatihan kemandirian. Dimana dalam kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan fakta intergritas. Ada tujuh kegiatan pelatihan yakni, Tata Boga, Percetakan Sablon, Barbershop, Laundry, Perikanan, Meubeler, dan Teknik Las.(cw29/rid).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *