Puskesmas Candirejo Tepis Isu Warga Meninggal karena DBD

Radarlamteng.com, WAYPENGUBUAN – Puskesmas Candirejo, Kecamatan Waypengubuan adakan sosialisasi pencegahan DBD di Kampung Candirejo, Jumat (31/1/2020).

Ini sekaligus untuk menepis isu yang berkembang di tengah masyarakat setempat bahwa ada warga yang meninggal akibat DBD.

Yakni Surepto (37) warga Kampung Candirejo yang dikabarkan meninggal akibat terkena DBD. Isu ini membuat warga cemas.

Kepala Puskesmas Candirejo Eko Witono disaksikan Kepala Kampung (Kakam) Candirejo Surepto dan Camat Waypengubuan Dahrif Ansori, memberikan penjelasan kepada warga di balai kampung setempat, bahwa meninggalnya Surepto bukan karena DBD, akan tetapi karena penyakit lepstospirosis.

“Kepada masyarakat Kampung Candirejo, saya harap berkonsultasi ataupun bertanya kepada pihak Puskesmas terlebih dahulu, sebelum mengatakan bahwa meninggalnya Surepto pada 28 Januari 2020 karena DBD. Karena, dari hasil Lab, Surepto didiagnosa lepstospirosis,” terang Eko.

Selain memberikan penjelasan kepada warga, pihak puskesmas juga memberikan penyuluhan akan pencegahan DBD, melalui hidup sehat.

Senada disampaikan Camat Waypengubuan Dahrif Ansori, bahwa masyakat harus pandai-pandai menyaring berita yang beredar.

“Saya harap masyarakat dapat menyaring terlebih dahulu berita yang beredar, cari kebenarannya terlebih dahulu baru menyimpulkan,” ujar Dahrif.

Dahrif mengimbau, agar warga bersama Puskesmas Candirejo selalu mensosialisasikan perilaku hidup yang bersih dan sehat.

“Saya harap aparat kampung, ibu-ibu PKK, puskesmas, serta masyarakat, selalu mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat, untuk mencegah penyebaran wabah penyakit, seperti DBD dan penyakit lainnya,” imbaunya. (red/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *