Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Tengah menggelar rapat pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPSHP) dan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dalam penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah Tahun 2020.
Ketua KPU Lampung Tengah, Irawan Indrajaya menerangkan bahwa, DPS Pilkada Lampung Tengah, mengalami penurunan, dibanding DPT Pemilu 2019 lalu. Total DPS yang sudah di input sebanyak 915.857 pemilih, jumlah ini masih akan fluktuatif (bertambah atau berkurang) sebelum menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan menjadi patokan awal sampai 9 Desember 2020. Sedangkan DPT Pemilu 2019 berjumlah 950.566 berkurang sebanyak 34.701 pemilih.
“Kenapa dia berkurang, yang pertama karena setelah pileg dan pilpres selesai, kita harus menginput Data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang di serahkan Mendagri melalui Disdukcapil kita. Jumlah DP4 totalnya 1.094.516 itu semua yang menurut Depdagri harus dimasukan. Barangkali waktu itu, ada yang meninggal belum ter uplod. Kenapa turun, pertama karena Aplikasi untuk mengecek DPT dari DP4 kita mengunakan apliksi untuk mencoklit. Kemudian dari aplikasi itu muncul kegandaan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” kata Irawan, (10/09/2020) di Hotel BBC.
Ia menjelaskan, Dengan mengunakan aplikasi Sidalih yang tadinya hanya mendeteksi antar kabupaten saat ini sudah bisa mendeteksi antar kecamatan dan akan disempurnakan hingga mendeteksi kegandaan antar TPS. Dari aplikasi itu, di temukan Pemilih TMS dari DP4 sebanyak 627.251 pemilih. Rinciannya, mulai dari yang meninggal dunia sebanyak 18.354 pemilih. lalu kegandaan antar kecamatan atau TPS 10.532, lalu di bawah umur 174 yang belum berusia 17 tahun sampai waktu pencoblosan. Pindah domisili setelah di coklit ada 31.310 dan yang tidak dikenal sebanyak 118.834. Ada ditemukan daftar TNI 92 dan Polri 87, hilang ingatan 1, dan yang ganda kabupaten sebanyak 447.867 bukan penduduk setempat.
“Ini lah selisihnya, DPT terakhir pileg 2019 sebanyak 950.566 sekarang menjadi 915.857 ini masih akan naik turun sampai hari terakhir. Sidalih sekarang jauh lebih bagus, tapi karena ada 270 daerah pemilihan pada jam tertentu server berat, sistemnya jauh lebih bagus,” terangnya.
Selanjutnya, KPU akan berkoordinasi dengan Mendagri melalui Disdukcapil dan KPU Provinsi guna menentukan langkah yang harus dilakukan terkait pemilih TMS, supaya langkah yang dilakukan tidak salah. “Kita akan identifikasi, seperti apa indikatornya terutama yang tidak pemilih yang tidak di kenal. Untuk kecamatan yang paling banyak jumlah pemilih tidak dikenal, kami belum identifikasi tapi datanya sudah ada,” pungkasnya. (cw26/rid)
