Radarlamteng.com, RUMBIA – Program “jemput sakit pulang sehat” bagi warga kurang mampu yang digagas oleh Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto mulai ditindaklanjuti jajaran Forkopimcam Rumbia.
Tindakan tersebut, dengan membentuk kampung peduli di masing-masing kampung. “Di situ ada pengurusnya, yaitu warga kampung yang dikoordinatori kepala kampung,” kata Camat Rumbia Nyoman Gunadi, Jumat (3/1/2020).
Kampung peduli dibentuk sebagai jawaban dari keluhan warga kurang mampu yang anggota keluarganya sakit dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
“Kalau yang sakit biaya berobat kan sudah gratis. Ditanggung oleh pemerintah. Termasuk transportasinya. Tapi ada keluhan soal biaya hidup untuk menunggu pasien. Nah keluhan itu kita jawab dengan membentuk kampung peduli ini,” kata camat.
Maksud pembentukan kampung peduli, yakni mengumpulkan iuran dari seluruh warga di masing-masing kampung. Hasil iuran, diberikan kepada keluarga yang menunggu pasien di rumah sakit.
Soal besaran iuran, harus disepakati melalui musyawarah dengan melibatkan segenap element masyarakat di kampung. “Kita ambil contoh dalam sebuah kampung ada 2.000 KK. Dengan iuran Rp2 ribu rupiah per bulan saja, sudah terkumpul dana Rp4 juta. Nah dana itu diberikan kepada pihak keluarga pasien yang menunggui di rumah sakit,” jelasnya.
Adanya kampung peduli, sekaligus dimaksudkan untuk menggugah jiwa sosial terhadap warga di sekitar lingkungan. “Kalau program ini sudah berjalan baik, tentu masalah kesehatan masyarakat bisa cepat teratasi. Dan kita bisa lebih fokus pada sektor lainnya,” pungkas Gunadi.
Sementara itu, langkah nyata yang dilakukan Forkopimcam Rumbia dalam program tersebut yakni menjemput dua warga sakit pada Jumat (3/1/2020).
Kepala Puskesmas Rumbia Gusti Yoga, M. Kes., mengatakan, kedua warga yang mendapat pelayanan tersebut yakni Wayan Linggih, warga Kampung Restu Baru.
“Pak Wayan Linggih sudah tiga kali kita jemput untuk dibawa ke rumah sakit. Dia merupakan pasien dengan penyakit tumor di bagian kepala,” kata Yoga.
Lalu, pasien satunya atas nama Nengah Santi, warga Binakarya Buana yang menderuta kanker payudara. “Semoga program dari Pak Bupati Lampung Tengah ini dapat terus bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu,” pungkasnya. (rid)
