Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Tengah melakukan Focus Discussion Group (FDG) di Hotel BBC Bandarjaya, Terbanggibesar, (29/10/2019).
Kepala BPS Lampung Tengah, Muhammad Sholihin, SE., MM., mengatakan dalam FGD ini, dihadiri 25 peserta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) pemkab dan lembaga vertikal di Lampung Tengah.
“FDG diselenggarakan untuk membahas dan mensinergikan data-data sektoral yang ada di setiap OPD atau dinas/lembaga. Termasuk juga beberapa instansi vertikal yang ada di Kabupaten Lampung Tengah,” kata Solihin.
FDG yang menghadirkan tiga narasumber tersebut diharapkan bisa menghasilkan satu data terpercaya sebagai rujukan oleh semua pihak yang berkepentingan.
Senada disampaikan Asisten Bidang Kesra, Kusuma Riyadi mewakili Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, pemkab menginginkan tidak ada lagi dualisme data.
“Data-data harus sinergi dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu dalam rangka meningkatkan data yang akurat harus dilakukan bersama-sama dari masing-masing pihak,” ujarnya.
Untuk mengupdate data setiap OPD seharusnya ada upaya dukungan dana. Seperti halnya menyelenggarakan evaluasi dan validasi. “Satu data diperlukan untuk mengambil kebijakan sehingga dapat tepat sasaran,” pintanya.
Selain materi pembahasan data, diberikan juga sosialisasi mengenai Perpers 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia oleh Kadiskominfo Lamteng Drs. Sardjito, MM,.
Kemudian dilanjutkan paparan mengenai Satu Data Indonesia “Sinergi Perwujudan Sistem Statistik Nasional” oleh Kabid IPDS BPS Provinsi Lampung Sudiyanto, S.Si,MM.
Sesi paparan terakhir dijabarkan oleh Kepala BPS Lampung Tengah Muhammad Sholihin mengenai Sistem Informasi Manajemen Data Statistik Terintergrasi (Simdasi). (rls/rid)
