Radarlamteng.com, TRIMURJO – Pembangunan saluran air (tersier) di lahan Balai Benih Induk (BBI) Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah (Lamteng) diduga tidak sesuai bestek dan terkesan asal jadi.
Menurut keterangan Iwan salah satu petani kelurahan setempat, bahwa pembangunan tersebut tidak transparan, sebab tidak adanya plang papan proyek yang terpasang.
Dia menduga pembangunan tersier sepanjang 111 meter dengan lebar 100 cm dan tinggi 90 cm itu, pihak kontraktor mengurangi volume material, sebab baru satu minggu terealisasi sudah mengalami kerusakan yang signifikan.
“Ya kita bisa lihat sendiri Mas, dari adukannya saja material semennya sedikit. Dan ini saya lihat sendiri para pekerjanya, dengan satu truk pasir hanya menggunkan 40 sak semen gimana kualitasnya mau bagus kalau begini hasilnya, berarti mereka tidak benar-benar ingin membantu petani,” terang salah satu petani ini kepada radarlamteng.com.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, diduga kuat ada pengurangan volume material (mar kup) oleh pihak rekanan. Sebab dari hasil pantauan dari sisi tembok yang mulai retak hingga mengelupas. Terlebih pada lantai dasarnya pun hanya dilapisi tanah.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, pengurus Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Kecamatan Trimurjo Buang Raharjo merasa tidak dilibatkan dalam pembangunan itu. Menurut dia pihak rekanan hanya meminta izin untuk melaksanakan pembangunan tersebut dan tidak mengetahui nilai anggaran yang akan digunakan.
“Saya tidak tahu menahu masalah anggaran, namun sebelumnya pihak pemborong meminta izin untuk pembangunan itu,” kata Buang saat dikonfitmasi melalui sambungan telponnya, Senin (4/11/2019).
Sementara, Untung yang juga petani setempat merasa kecewa dengan hasil pembangunan tersebut. Ia meminta agar pihak terkait dapat segera turun dan mengecek pembangunan yang baru terealisasi tersebut.
“Ya kita sebagai petani merasa kecewa dengan pembangunan ini, sebab pembangunan ini kita pergunakan bukan hanya sehari dua hari saja, saya harap dinas terkait dapat turun langsung untuk mengecek apakah pembangunan ini sudah sesuai atau belum,” harapnya. (cw29/rid)
