Pengurus Cabang APIMSA se-Lampung Resmi Dilantik,dr Uswatun Hasanah Ajak UMKM Siap Bersaing di Era Global

Radarlamteng.com,BANDAR LAMPUNG – Asosiasi Pengusaha Kecil Menengah Mikro Nusantara (Apimsa) Lampung harus menuju ke arah yang lebih lebih maju dan mewujudkan pengusaha kecil menengah mikro yang tangguh inovatif, bersiap bersaing di era global.

Hal ini disampaikan Ketua Apimsa Lampung dr.Uswatun Hasanah usai pelantikan pengurus cabang Apimsa kabupaten/kota se-provinsi Lampung yang dihelat di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (22/4/2026).

dr Uswatun Hasanah merasa bangga dan berharap para pengurus dapat lebih aktif berinovatif dan kreatif dalam menjalankan tugasnya dengan amanah.

” Amanah yang telah diberikan pada hari ini bukan hanya sekedar jabatan. Akan tetapi merupakan tanggung jawab besar untuk membawa organisasi ini menjadi lebih baik lebih progresif dan lebih bermanfaat untuk masyarakat Lampung,” terangnya.

Untuk anggota, kata ia juga bisa inovatif, baik untuk di wilayah Lampung atau untuk di nusantara, disini saya ingin Apimsa hadir di masyarakat terutama untuk para pelaku UMKM.

Lebih lanjut, dr Uswatun Hasanah menyoroti para pelaku usaha, saat ini menghadapi begitu banyak tantangan di tengah persaingan digital SDM permodalan dan lain sebagainya.

“Jadi disinilah kita hadir, bagaimana UMKM yang ada di wilayah kita bisa ikut bersaing dalam roda perekonomian yang ada di wilayah kota atau kabupaten,” ujarnya.

Momentum pelantikan sebagai awal yang baru untuk memperkuat sinergi meningkatkan kontribusi. Guna menghadirkan program-program inovatif yang berdampak nyata, saya juga mengajak teman-teman di sini untuk menjaga kekompakan.

Pada kesempatan yang sama, Bendahara umum Apimsa Lampung dr. Sasa Chalim mengatakan, pihaknya menilai dengan barang-barang impor yang ada dari luar negeri masuk ke Indonesia, artinya makin banyak barang-barang yang mungkin kualitasnya tidak dibanding dengan barang lokal.

Akan tetapi harganya jauh lebih murah sehingga di e-commerce banyak orang yang mencari barang lebih murah, dibanding barang-barang lokal.

“Kepada semua pengurus, penting untuk berkolaborasi bisa berbagi inovasi sehingga yang memiliki usaha bukan hanya untuk pamer barangnya tapi bagaimana kita berkolaborasi,” kata Sasa.

Pengusaha di Apimsa ada yang jualan baju, pengusaha makanan ada juga pengusaha barang-barang yang biasa digunakan sehari-hari.

“Artinya generasi saya generasi Z, biasanya gampang bosen artinya kalau baju dikolaborasikan dengan barang lain brand-nya di kolaborasikan itu akan lebih menarik teman-teman generasi Z,” ujarnya.

Generasi yang produktif dengan harapan semoga berbagi inovasi berbagi pikiran sehingga bisa lebih maju lagi. (rls/sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *