Dukung Program Digitalisasi PKBM, Direktorat PNFI Kemendikdasmen Visitasi di Lamteng

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kemendikdasmen bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah visitasi di beberapa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam rangka program digitalisasi tahun 2026, 20-23 April 2026.

Tim Direktorat PNFI diwakili Nursyahwa Islamia. Sedangkan dari Disdikbud yang mendampingi yakni Kabid PAUD dan Pembinaan PNF Dwi Z Sanjaya.

Mewakili Kadisdikbud Lamteng Dr. Nur Rohman, Dwi Z Sanjaya menjelaskan program digitalisasi Kemendikdasmen untuk Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal sejalan dengan agenda besar transformasi pendidikan nasional, khususnya melalui Instruksi Presiden No. 7/2025 dan Perpres No. 79/2025 tentang Digitalisasi Pembelajaran.

Tujuan utamanya untuk memperluas akses layanan PNFI yang mencakup PAUD nonformal, PKBM, kursus, dan pendidikan kesetaraan.

“Digitalisasi bertujuan menjangkau peserta didik di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dan yang tidak bisa hadir tatap muka. Materi pembelajaran bisa diakses lewat Rumah Pendidikan, yakni superaplikasi Kemendikdasmen yang menyatukan konten video, modul, laboratorium maya, dan latihan soal dalam satu pintu,” jelas Dwi Z Sanjaya.

Selain itu, untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan penyediaan perangkat. Seperti Papan Interaktif Digital/IFP dan laptop untuk satuan PNFI.

“Nantinya ada pelatihan tutor dan pendidik. Guru dan tenaga PNFI bakal dilatih memanfaatkan teknologi digital agar metode belajar lebih interaktif dan kontekstual,” katanya.

Materi konten, terusnya, juga terstandarisasi untuk memastikan kualitas pembelajaran seragam di seluruh wilayah.

Tujuan lain, adalah efisiensi tata kelola dan data, dengan harapan, digitalisasi mempermudah pendataan peserta didik, akreditasi lembaga, dan pelaporan program PNFI secara real-time. “Ini membantu perencanaan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” bebernya.

Tidak hanya itu, juga sebagai upaya peningkatan kompetensi peserta didik. Melalui platform digital, peserta didik PNFI bisa mendapat keterampilan abad 21 seperti literasi digital, keterampilan vokasional, dan kesiapan kerja.

“Program Pejuang Pendidikan Digital juga dihadirkan sebagai mentor di lapangan untuk mendampingi sekolah dan lembaga PNFI,” urainya.

Singkatnya, kata Dwi Z Sanjaya, digitalisasi PNFI bukan cuma soal ganti buku jadi layar. “Tapi soal meratakan kesempatan belajar dan meningkatkan relevansi pendidikan nonformal dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *