Radarlamteng.com,TERBANGGIBESAR – Jaringan Perempuan Nahdliyyin (JPN) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) siap berperan aktif di era globaisasi dengan peningkatan ketrampilan dengan pengembangan ekonomi kreatif digitalisasi.
Langkah ini direalisasikan dengan memberikan bekal pelatihan dan pembinaan melalui workshop Badan EKRAF Digital Entrepreneurship (BDE) pada Jumat (12/6/2026).
Dipusatkan di BBC Hotel Bandar Jaya Lampung Tengah, kegiatan ini dihadiri langsung Direktur Aplikasi Kementrian Ekonomi Republik Indonesia Tri Wahyudi dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Hj.Chusnunia Chalim.
Plt.Bupati Lamteng I Komang Koheri diwakili Sekda Lamteng Welly Adiwatra memberikan apresiasi atas inisiatif JPN yang mengambil langkah positif untuk membekali kaum perempuan lebih maju lagi dengan workshop BDE.
“Diharapkan peserta dapat menjadikan teknologi digital sebagai sarana meningkatkan hasil dari usaha lokal bisa menembus pasar nasional dan internasional.Kami dari Pemerintah Daerah Lamteng akan mendukung pengembangan ekonomi kreatif dari JPN dengan alokasi anggaran untuk menyisir hingga ke 28 kecamatan lain di Lamteng,” terang Welly.
Diwaktu yang sama Chusnunia Chalim didampingi Dewan Pakar JPN dr.Uswatun Hasanah melihat peluang dan potensi di Lamteng tidak hanya perempuan, pemuda juga harus terlibat dalam peningkatan ekonomi kreatif dengan penguasaan digitalisasi untuk lebih mudah dan cepat meskipun dari pasar tradisional dilokal tapi mampu menembus pasar global dengan menggunakan aplikasi digital.
“Bagaimana masa depan ekonomi kita adalah sektor ekonomi kreatif yang daya peningkatan kesejahteraannya lebih tinggi, segmen saat ini lewat perempuan tapi kedepan lebih fokus juga pemuda diharapkan akan terlibat. Lampung tidak hanya sektor pariwisata, tetapi didalamnya banyak sekali kiprah pelaku-pelaku usaha ekonomi kreatif.
Seperti di Lamteng meski tidak ada potensi pariwisata pantai, tetapi potensi alamnya sangat bagus yang kaya akan sektor musik, film, seni budaya hingga UKM,” urai wanita yang akrab dipanggil Nunik ini.
Menurutnya, Kementrian Ekonomi Kreatif dapat lebih memfaliarkan isu-isi, potensi ekonomi kreatif hingga ke daerah-daerah. Event- event Festival UMKM bisa menjadi sarana untuk lebih sering dilaksanakan, sehingga menggerakkan roda ekonomi kreatif. Sehingga dengan otomatis akan langsung disebarluaskan promosinya secara digital melalui berbagai media sosial.
Sementara itu, dr Uswatun Hasanah yang juga Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Pengusaha Kecil Menengah Mikro Nusantara (PW APIMSA) Provinsi Lampung dan Direktur PT.Mitra Mulia Husada ini mengatakan geliat ekonomi kreatif kaum perempuan di Lampung Tengah makin bergerak naik.
Banyak muncul hasil-hasil olahan makanan selain memberikan cita rasa enak, juga dengan desain tampilan yang makin bervariatif dan dikemas semakin menarik.Bahkan mereka mulai merambah promosi usaha secara intens di media sosial, aktif membuka stand pada festival kuliner yang mulai banyak digelar di Lamteng.
“Saat ini, salah satunya di HUT ke-80 Kabupaten Lamteng juga dibuka pagelaran Festival Lamteng Fair 2026 di Kampung Poncowati Terbanggi Besar, yang menghadirkan Bazaar aneka kuliner.Ini akan menjadi salah satu peluang bagus bagi kaum perempuan untuk mengembangkan usaha kulinernya dan menghasilkan cuan yang lebih besar,” jelasnya.
Gerak Ekonomi Kreatif, kata ia makin bergeliat dengan maraknya usaha kuliner yang terus menjamur di Lamteng.
Beberapa coffe shop sudah dibuka di Bandarjaya juga menyebar di kecamatan lain, dengan memunculkan viu esthetik, apik dan cocok untuk pilihan tempat makan yang diinginkan pengunjung.
Workshop BDE juga dihadiri Penasihat JPN Na’maul Jaziila, Pembina Siti Hodijah juga Dewan Pertimbangan Meri Andriani.(sci/rid)
