Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Sringatun (38) warga Bandarjaya mengaku senang ada kegiatan gerakan pangan murah (GPM) yang dilaksanakan oleh pemerintah. Baginya, ini sangat membantu karena harganya lebih terjangkau.
“Tentunya kami senang ya. Di tengah lonjakan harga pangan di pasaran, ada kegiatan seperti ini. Jadi kami masyarakat kelas bawah bisa membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya, Kamis (21/5).
Dia mencontohkan harga beras di pasar untuk kulitas medium rata-rata Rp13 ribu per kilogram. Sedangkan pada kegiatan GPM harganya Rp11.600 per Kg.
“Ada selisih harga, di sini harga beras lebih murah. Jadi sangat mambantu,” katanya lagi.
Dia berharap gerakan pangan murah atau yang kerab disebut pasar murah bisa terus dilakukan oleh pemerintah daerah. “Jangan hanya sekali. Harapannya dilakukan rutin, minimal dua minggu sekali,” harapnya.
Diketahui Pemkab Lampung Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengadakan gerakan pangan murah (GPM) di halaman masjid Istiqlal Bandarjaya Kecamatan Terbanggibesar, Kamis (21/5).
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPTPH Edi Daryanto, SP., MM., mengatakan, gerakan pangan murah diselenggarakan secara kolaboratif melalui sinergi antara Pemkab Lamteng, Pemprov Lampung, Bapanas serta dukungan dari Perum Bulog, Pinsar Petelur Nasional (PPN) dan petani lokal sebagai penyedia komoditas.
“GPM bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesbilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat, serta menekan angka inflasi. Program ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang hari besar keagamaan nasional Idul Adha tahun 2006, khususnya untuk komoditas yang terpantau mengalami kenaikan di atas HET, yaitu cabe rawit merah dan daging sapi,” kata Edi Daryanto.
Menurutnya gerakan pangan murah sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat yang mendatangi GPM.
Pemkab Lampung Tengah akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan. “Supaya manfaatnya bisa semakin luas dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Adapun berbagai kebutuhan pangan dasar yang dijual di bawah harga pasar dalam Gerakan Pangan Murah, meliputi; Beras SPHP, sebanyak 8 ton harga Rp 11.600/kg, Minyak Goreng, sebanyak 600 liter harga Rp 15.500,-
Gula putih sebanyak 240 kg harga Rp 17.500,- Telur sebanyak 300 kg harga Rp 25.000,- Bawang Putih sebanyak 50 kg, harga Rp 30.000,- Bawang Merah sebanyak 50 kg harga Rp 40.000,- Cabe Merah Keriting sebanyak 30 kg harga Rp 44.000,- Cabe Rawit Merah sebanyak 30 kg harga Rp 56.000,- (rid)
