Kado HGN,  41 Guru dan Staff SMKN 1 Seputih Surabaya Lolos Diterima PPPK

Radarlamteng.com,SEPUTIH SURABAYA – Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 ditahun 2025 ini menjadi istimewa bagi SMKN 1 Seputih Surabaya Lampung Tengah (Lamteng), pasalnya sejumlah 41 guru dan staff sekolah ini berhasil lolos dan diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka terdiri dari tahapan tahun 2023, 2024 dan 2025, sebagai tenaga honor mendapat kado berharga pada peringatan HGN tahun ini.

Hal ini disampaikan Kepala SMKN 1 Seputih Surabaya Jaman Mulyadi,S.Pd pada saat peringatan HGN ke-80 yang digelar disekolah pada Rabu (26/11/2025). Pada momen istimewa ini juga ada penghargaan yang diberikan kepada 10 guru terbaik berdasarkan penilaian dari siswa, seperti guru berprestasi, guru tertegas, guru teramah, juga guru terlucu dan lainnya.

“Seluruh guru dan siswa pada hari ini merayakan HGN dengan suka cita dan ceria dari berbagai atraksi kreasi yang ditampilkan oleh guru. Kita semua bersyukur bahwa guru yang selama ini masih sebagai tenaga honor dan mengabdi dari nol akhirnya berhasil lolos dan diterima semua sebagai PPPK.

Dengan diangkat PPPK ini, guru dan staff bisa lebih semangat dalam menjalankan tupoksinya dalam mendidik generasi bangsa. Sebagai penguatan program implementasi pembelajaran dan peningkatan kwalitas SDM, sekolah ini melakukan pembelajaran pendalaman dengan memberikan guru pelatihan yang mengundang pemateri-pemateri handal baik secara daring dan luring,” jelasnya saat ditemui di ruang podcast inspiratif.

SMKN 1 Seputih Surabaya berdiri dengan dibantu alokasi tanah hibah dari Kampung Gayabaru 3.Salah satunya dukungan kuat dan bantuan partisipasi dalam perbaikan fasilitas ibadah masjid sekolah yang sudah sejak tahun 2008 belum ada perbaikan.

“Kami bersyukur sekali untuk bantuan masjid ini bentuk dukungannya mulai dari warga sekolah juga masyarakat dari warga Kampung Gaya Baru 1, 2, dan 3, CSR perusahaan dan lainnya murni sumbangan bantuan secara sukarela dan ikhlas tanpa paksaan,” ujar Jaman Mulyadi yang juga Ketua MKKS SMK Lamteng.

Guru SMKN 1 Seputih Surabaya sekaligus Waka bidang kesiswaan Tri Ardianto, mengaku bersyukur mendapat reward sebagai guru tertegas mengatakan dalam penerapan pembelajaran seorang guru adalah tauladan untuk mencetak siswa berprestasi, seperti PMR dan Paskibraka serta kegiatan lainnya disekolah ini.

“Yang kami lakukan sebagai guru berusaha menerapkan kedisiplinan dari kerapian dari setiap murid. Berharap guru di SMKN 1 Seputih Surabaya dan diseluruh Indonesia akan diperhatikan pemerintah sehingga meningkatkan kinerja dalam pengabdiannya,” ujarnya.

Agung yang merupakan penanggungjawab Busines Center memaparkan,
sekolah ini juga sudah mengajukan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), dengan sudah dibukanya Busines Center. Fungsinya untuk mewadahi usaha yang ada disekolah dari Teknik Kendaraan Ringan (TKR), TBSM, Decafe dan pelayanan akuntansi.

Layanan yang diberikan mencakup catering, kantin sehat, fotokopi dan percetakan, kemudian akan dilounching Bank Edukasi Siswa (BES). Di Busines Center menyiapkan ragam kebutuhan untuk berbagai jurusan yang ada disekolah.

” Dengan fasilitas ini siswa bisa menguasai pembelajaran praktek disekolah dan setelah lulus nanti tujuannya sudah siap terjun kedunia kerja dan usaha,” terang Agung.

Diwaktu yang sama Kepala Kampung Gaya Baru 3 Sumardi melihat langsung kondisi masjid sekolah, berharap pembangunan masjid dapat diperbaiki. Karena sekolah ini sekarang atas kerja keras dan inovasi kepala sekolah Jaman Mulyadi maju pesat, termasuk adanya taman sekolah, gedung busines center juga ruang podcast positig yang dipergunakan untuk diskusi publik dengan jajaran pejabat daerah, hingga panggung seni.

“Saya mewakili masyarakat mendukung program pendidikan di SMKN 1 Seputih Surabaya, salah satunya perbaikan masjid yang harus dilakukan. Penting juga sebagai antisipasi supaya jangan sampai terjadi ambrol lantai 2 masjid hingga dapat menimpa jamaah yang sholat di lantai 1.

Jika terjadi kejadian masjid sampai ambrol pasti yang disalahkan adalah pihak sekolah, sehingga pembangunan masjid itu sangat dibutuhkan dan dapat dipergunakan sebagai sarana ibadah siswa dalam pembentukan karakter, juga masyarakat umum disekitar sekolah,” papar Sumardi.

Sementara itu, Sunaryo Selaku Ketua Penanggungjawab pembangunan masjid, mewakili wali murid mengutarakan bahwa perbaikan masjid ini dengan menggunakan dana murni dari sumbangan sukarela baik wali murid dan masyarakat serta guru. Ada yang menyumbang material bahan bangunan pasir dan semen, bambu juga dana semua secara sukarela dan gotong royong.

“Karena ini digunakan untuk pembangunan masjid maka dana digalang dengan suka rela dan tanpa pemaksaan. Kondisi masjid dari lantai atas sudah mulai retak, dan belum ada plafon atas hingga perlu perbaikan atapnya,” ungkapnya.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *