SMPN 1 Terbanggi Besar, Sekolah Idola di Lamteng

Radarlamteng.com, TERBANGGI BESAR – SMPN 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah (Lamteng) mengusung visi menjadi sekolah dengan pondasi kuat pada Iman, taqwa dan akhlak mulia, Disiplin, Organisasi, olahraga dan seni, Literasi, Akademik (IDOLA) yang berprofil pelajar Pancasila.

Visi ini direalisasikan dalam pengembangan misi sekolah untuk mewujudkan lulusan yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia. Kemudian mewujudkan lulusan yang memiliki disiplin tinggi, juga lulusan yang unggul dalam organisasi olahraga dan seni.

Selain itu, sekolah yang berlokasi di Kampung Transad Poncowati ini juga ingin mewujudkan lulusan yang literat, serta berprestasi dalam bidang akademik dan memiliki karakter profil pelajar Pancasila.

Visi dan Misi ini disampaikan Kepala SMPN 1 Terbanggi Besar Ansori.S.Pd sebagai langkah konkrite untuk peningkatan kualitas mutu pendidikan dengan melahirkan generasi bangsa yang unggul dari sekolah ini.

“Kami memperkuat komitmen bersama seluruh warga sekolah untuk mewujudkan realisasi visi dan misi sekolah. Dengan harapan kedepan akan banyak anak-anak didik kami mampu dan siap menghadapi masa depan menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang,” terang Ansori.

Siswanjaya, S.Pd., M.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan menambahkan realisasi sekolah IDOLA SMPN 1 Terbanggibesar diwujudkan dengan penguatan kegiatan intrakurikuler dan extrakurikuler.

Selain itu,dalam penegakkan disiplin juga dihasilkan dari berbagai capaian prestasi siswa di olahraga bulu tangkis hingga tingkat nasional, karate pada tingkat provinsi tahun 2023 dan atletik hingga ditingkat provinsi Lampung pada tahun 2024. Kemudian disusul oleh segudang hasil prestasi lainnya baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Dari literasi implementasinya sudah menghasilkan program berupa pelaksanaan tiga belasan kegiatan gerakan literasi sekolah (Petilasan Gelis).

Dalam kegiatan ini, lanjutnya sudah melahirkan 8 buku, karya dari siswa yang berisi kumpulan cerpen dan puisi, yang dihasilkan dari bulan Januari sampai oktober dan ditampilan pada festival letiresi di bulan bahasa,” urainya.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *