LDKS 2024, Siswa  SMAN1 Seputihbanyak Dibekali Pelatihan Jurnalistik

Radarlamteng.com, SEPUTIHBANYAK – Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMAN 1 Seputih Banyak Lampung Tengah (Lamteng) diberikan pembekalan pelatihan jurnalistik.

Kegiatan ini merujuk pada pentingnya pengembangan pembelajaran dalam mengasah kemampuan siswa menulis berita untuk dipublikasikan baik kemedia massa dan media sosial.

Pelatihan Jurnalistik ditujukan memberikan ketrampilan teknik menulis berita sampai pemahaman yang diberikan agar siswa dapat mengetahui rambu-rambu dalam menggunakan sosial media dan menyebarkan informasi secara luas.

Hal ini ditegaskan Kepala SMAN 1 Seputih Banyak I Made Sulatra,M.Pd pada saat pembukaan LDKS yang mengangkat tema untuk mencetak pemimpin yang berwawasan global, unggul dalam prestasi dan berkarakter Pelajar Pancasila.

Pelatihan Jurnalistik menghadirkan narasumber Suci Hartati,S.H dari Surat Kabar Harian (SKH) Radarlamteng (Radar Lampung Group) pada Senin (11/11/2024).

“LDKS ini diikuti 77 siswa yang terdiri dari pengurus OSIS yang baru terpilih serta pengurus beberapa ekstrakurikuler seperti KIR, Paskibraka, Pramuka, PMR, Basket juga Sastra,” urai Made Sulatra.

Target capaiannya, siswa yang mengikuti LDKS akan mendapatkan wawasan yang lebih luas seputar penulisan berita serta dapat bijak dalam menggunakan sosial media, agar terhindar dari pelanggaran yang akan merugikan.

Sementara itu, Suci Hartati melihat antusias dari peserta sangat luar biasa, dari minat dan bakat serta semangat untuk belajar menulis berita yang tinggi. Secara tertib peserta mengikuti pelatihan dengan menampilkan rasa berani menyampaikan berbagai pertanyaan sebagai metode pembelajaran seorang jurnalis saat melakukan tugas konformasi berita dan melakukan wawancara dengan narasumber untuk menggali data.

“Dengan menggunakan metode pelatihan interaktif dan langsung memberikan contoh studi kasus atau peristiwa, mampu langsung menyentuh dan lebih mudah dipahami.

Selain itu, teknik dasar dalam menulis berita dengan menggunakan 5W 1 H, mengahsil peserta mampu menulis sebuah berita dari kegiatan ekstrakulikuler yang dilakukan disekolah,” jelas Suci.

Ditambahkannya, pelatihan jurnalistik akan menarik ketika interaksi dari peserta dapat mengikuti dengan rasa senang dan santai.Peserta juga penting untuk dapat menelaah setiap berita dan dapat melihat berita dengan memfilter kebenaran dari sebuah berita, agar tidak menyebarkan berita bohong (hoax).

Apabila siswa ingin mempublis informasi berita, foto atau flog Vidio dimedia sosial juga harus mengetahui rambu-rambu dalam menggunakan media sosial baik Facebook, Instragram, Tiktok serta Twetter.

Sehingga harus dibekali pengetahuan bahwa seorang jurnalis yang profesional harus mampu menuangkan ide-ide kreatif dan imajinatif dalam menggali data, mengolah dan menyajikan sebuah berita yang berimbang, akurat dan akuntabel.

Langkah ini untuk menghasilkan sebuah karya jurnalistik terbaik, berdasarkan pondasi Kode Etik Jurnalistik serta benteng Undang – Undang Pers No 40 Tahun 1999 serta Undang – Undang ITE Nomor 1 Tahun 2024.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *