Radarlamteng.com, TRIMURJO- Bupati Lampung Tengah (Lamteng) H. Musa Ahmad, S. Sos, M.M melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) menargetkan 648 ribu ton rendeman 55% di Musim Tanam (MT) I/MT II tahun 2024/2025.
Hal itu ungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lamteng Jumali, SP. M.IP usai penyerahan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dihalaman Balai Benih Induk (BBI) Kelurahan Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Lamteng, Kamis (12/9/2024).
“Tadi sudah disampaikan baik oleh pak Hanan A Rozak maupun pa Bupati Musa bahwa kita punya beban dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan baik di Kabupaten Lamteng maupun provinsi Lampung. Dan target kita tahun ini di MT I MT II 648 ribu ton,” ungkap Jumali kepada awak media.
Namun, kata Jumali, jika berpatokan pada pola tanam sesuai dengan intruksi Gubernur Lampung yang dijadwalkan pada bulan Januari 2025 mendatang maka akan terjadi kerugian satu kali musim tanam.
“Oleh karena itu, atas saran Pak Bupati hari ini kami melakukan gerakan percepatan tanam di MT I, yang insya allah berdasarkan informasi dari Bapeltan Lampung bahwa di minggu kedua bulan Oktober sudah ada curah hujan, maka kami mendahului pola tanam yang akan ditetapkan oleh Pak Gubernur,” jelasnya.
Untuk mendukung percepatan itu, lanjut dia, pihaknya juga sudah memberikan bantuan berupa Alat Mesin Pertanian hingga benih dalam rangka mengamankan produksi tanaman padi di Kabupaten Lampung Tengah.
“Tentunya kita harapkan bahwa kedepan akan ada peningkatan produksi di 2024/2025. Yang kalau target kita sekarang misalnya 548 ribu ton, maka target kedepan 648 ribu ton gabah rendeman 55% itu bisa terpenuhi,” imbunya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung Dr. Abdul Roni Angkat, S.T.P., M. Si menilai bahwa peningkatan dari 548 menjadi 648 ribu ton sepertinya akan terbukti. Karena, menurut dia luas areal tanam di Lampung Tengah mencapai 13 ribu haektar diantaranya 8 ribu haektar merupakan optimalisasi lahan.
“Nah, artinya ada penambahan 13 ribu untuk perluas tanam. Jadi, dengan dukungan proyek-proyek kompanisasi, optimalisasi lahan dan bantuan-bantuan untuk percepatan tanam. Saya kira tadi yang disampaikan yaitu 648 ribu ton itu akan tercapai dan Lampung Tengah benar-benar akan menjadi lumbung pangan di Provinsi Lampung,” pungkasnya.(ndo/rid).
