Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Di tengah menggeliatnya bisnis kuliner dengan konsep modern tak membuat pedagang kaki lima berkecil hati. Justru pedagang kuliner jalanan mampu bersaing memperoleh cuan yang tidak sedikit.
Salah satu pedagang kuliner kaki lima yakni Mat Soleh, yang sehari-hari berjualan sate ayam menggunakan sepeda motor di persimpangan jalan belakang Pasar Bandarjaya Plaza Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah.
Kepada Radarlamteng.com, Mat Soleh mengaku bahwa setiap hari sate ayam yang dijualnya selalu habis. Ya, karena memang harga yang ditawarkan cukup murah. Untuk satu porsi sate ayam atau 10 tusuk sate, pembeli cukup merogoh kocek Rp10 ribu.
Tak heran, sate buatan Mat Soleh selalu ramai diincar pembeli meski tidak menyediakan makan di tempat. Bahkan, pembeli rela harus antre.
Dalam sehari, kebutuhan bahan baku daging ayam untuk pembuatan sate sebanyak 20 kilogram. “Untuk 20 kilo daging ayam bisa jadi dua ribuan tusuk sate,” ujar Mat Soleh.
Jika dikalkulasi omset penjualannya dalam sehari bisa mencapai Rp2 jutaan. Waktu berjualannya pun hanya dari pagi sampai pukul 11.00 siang saja atau setengah hari.
Persiapan untuk berjualan dilakukan satu hari sebelumnya. “Kalau persiapan mau jualan hari ini dilakukan hari ini juga bisa-bisa gak tidur malam. Karena pagi pagi sudah jualan. Makanya siang hari setelah pulang jualan langsung buat persiapan lagi,” imbuhnya.(jar)
