Radarlamteng.com, TERUSANNUNYAI – Banyak para petani singkong di Kecamatan Terusannunyai, Kabupaten Lampung Tengah kini beralih menanam tebu.
Pasalnya, menurut para petani menanam tebu hasilnya lebih besar daripada menanam singkong. Terlebih, saat harga singkong anjlok, hasil panen yang diperoleh tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan, mulai dari biaya pengolahan tanah, pemupukan, serta perawatan.
Salah satu petani yang sudah merasakan akan manisnya rasa tebu tersebut adalah Priwoto. Petani asal Kampung Bandarsakti, Kecamatan Terusannunyai itu beralih dari menanam singkong ke tebu kurang lebih sejak lima tahun yang lalu, dan bermitra dengan PT. GMP.
Priwoto mengatakan, dalam setahun, lahan miliknya bisa menghasilkan antara 20 sampai 30 juta per hektar.
“Dalam setahun, lahan kita bisa menghasilkan antara 20 sampai 30 juta, tergantung bagus gaknya tebu kita tersebut,” ujarnya.
Priwoto juga mengatakan, selain hasil yang diperoleh lebih besar jika dibandingkan dengan menanam singkong, perawatan tebu menurutnya juga lebih mudah.
“Kalau menurut pengalaman pribadi saya, menanam tebu hasilnya lebih besar jika dibandingkan dengan menanam singkong. Selain itu, dari segi perawatannya juga lebih mudah,” tambahnya. (stk/rid)
