Radarlamteng.com, TRIMURJO – Kepala Dinas Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Lampung Tengah (Lamteng) Jumali, SP. M.IP menyebutkan produksi padi di Kabupaten Lamteng selalu melimpah bahkan surplus hingga mencapai 300 ton beras per tahun.
Hal itu di ungkapkan Jumali usai menghadiri peresmian Lumbung Pangan Masyarakat Desa (LPMDes) dan Launching Beras Merk Bunga Kampung oleh Bupati Lamteng H. Musa Ahmad, S. Sos, M.M, di Kampung Pujokerto, Kecamatan Trimurjo, Lamteng, Rabu (8/3/2023).
Jumali menjelaskan, dalam setiap produksi perhektar sawah menghasilkan 7 sampai 8 ton gabah kering dengan luas tanam saat ini ada 80.000 haektare di Musim Tanam Satu (MT 1). Jika rata-rata sekali produksi mencapai 7 ton maka akan mengahasilkan 560 ribu ton gabah kering panen pada MT 1.
“Sementara di MT 2 target kita tanam itu diperkirakan sekitar 45 ribu hektar, kalau rata-rata produksi di MT2 misalnya mencapai 6 Ton berarti kita punya produksi 240 ribu ton ditambah 560 ribu ton ketemunya hampir 800 ribu ton kurang lebih. Dan kita diberi target oleh Provinsi dan Nasional di MT 2022-2023 hanya 574 ribu ton. Artinya target kita sudah terlampaui,” ungkapnya.
Jika di konfersikan ke beras, lanjut Jumali, rata-rata 55 aredemennya maka dari 400 ribu ton tersebut akan menghasilkan 300 ton beras di MT1. Dan jika di MT2 240 ribu ton di kalikan 60 persen maka akan menghasilkan 150 ribu ton beras dan di tambah 300 ton beras maka Lamteng memiliki 450 ribu ton beras. Sementara kebutuhan beras masyarakat Lamteng yang memiliki 1,3 juta penduduk hanya membutuhkan 120 ribu ton maka Lamteng memiliki surplus 300 ribu ton beras.
“Artinya stok beras untuk menopang kebutuhan 1,3 juta penduduk masyarakat Lamteng sudah terkaper dan lebih dari cukup. Oleh karena itu, bagaimana agar harga beras itu bisa terkendali kita upayakan melalui Pemerintah Daerah dengan pembangunan lumbung pangan dalam rangka menjaga cadangan dan stabilitas harga di tingkat kecamatan maupun kabupaten,” ujar Jumali kepada radarlamteng.com.
Saat dikonfirmasi terkait pendistribusian beras Merk Bunga Kampung yang baru saja di Launching, Jumali menyebutkan bahwa pasokan beras Bunga Kampung telah didistribusikan ke beberapa rumah makan di Bandarjaya yang mencapai 1,2 ton perhari.
Kemudian, tambah Jumali, saat ini ia sedang mencari cara bagaimana dalam rangka memenuhi kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Lamteng untuk bisa mengkonsumsi produk Beras Merk Bunga Kampung.
“Melalui kebijakan pak Bupati nanti kita minta bantuan beliau, supaya PNS kita kalau bisa konsumsi berasnya itu dari Beras Bunga Kampung. Kalau itu bisa di cover, maka rata-rata hampir 20 ton perbulan bagi 30 ribu PNS kita dengan harga Rp. 10.200,”, ungkapnya.
Ia berharap, dengan adanya produk beras Bunga Kampung yang baru saja di Launching dapat membawa nama Lampung Tengah di Provinsi Lampung maupun Nasional.
“Karena apa? Kita selalu melihat produksi beras yang masuk di Lamteng selalu beras dari luar daerah. Mudah-mudahan dengan beras Merk Bunga Kampung ini beras Lampung Tengah ini dapat lebih dikenal lagi oleh masyarakat Lampung,” pungkasnya. (cw29/rid).
