Catat 73 Kasus DBD, Dinkes Lamteng Kampanyekan G1R1J

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Terhitung mulai Januari sampai awal Maret 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Tengah (Lamteng) catatkan 73 kasus DBD.

Sebaran kasus penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti ini terjadi di berbagai kecamatan.

Meski demikian, Dinkes Lamteng memastikan bahwa sebaran kasus masih terkandali. Artinya belum mengarah pada kejadian luar biasa (KLB).

Hal ini dikatakan Kabid P2P, Dr. Hi. Nur Rohman mewakili Kadinkes Lamteng dr. Otneil Sriwidiatmoko, Minggu (5/3/2023).

“Grafik kasus perminggu DBD masih dalam kondisi belum menunjukkan ke arah kejadian luar biasa,” kata Nur Rohman.

Dijelaskan dia, 73 kasus yang terjadi semuanya telah mendapatkan penanganan Dinkes Lamteng melalui fasilitas kesehatan puskesmas.

“Sudah tertangani. Termasuk telah melaksanakan 16 titik fogging dari 73 kasus tersebut,” jelasnya.

Untuk menekan kasus DBD, pihaknya mengajak perlunya peran serta semua pihak dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3 M plus.

Selain itu, pihaknya juga gencar kampanyekan program G1R1J. Yakni Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik).

“Setiap rumah dalam gerakan ini harus ada 1 orang jumantik (juru pemantau jentik) yang bertanggung jawab untuk mengamati jentik di rumahnya masing-masing,” ucapnya.

Kemudian puskesmas dan pamong kampung meninjau kegiatan ini per 3 bulan sekali guna memastikan program berjalan.

“Gerakan ini perlu mendapatkan dukungan semua pihak, karena memang belum maksimal di setiap kampung,” ajaknya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *