Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Dunia olahraga di Lampung Tengah (Lamteng) perlu penataan. Tujuannya untuk meningkatkan prestasi.
Hal inilah yang mendorong Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lamteng turun langsung melakukan pendataan sektoral keolahragaan.
Seperti yang dilakukan Selasa (7/2/2023) di Kecamatan Buminabung.
Pendataan ini sudah dilakukan mulai 1 Februari dan akan berlangsung sampai 16 Maret 2023 mendatang.
“Pendataan kita lakukan dengan cara turun di tiap kecamatan. Kita menemui penggiat-penggiat olahraga,” kata Kabid Keolahragaan Ida Bagus Wiguna mewakili Kadisporapar Lamteng, Rosidi.
Tujuan pendataan, katanya, untuk mendaparkan informasi tentang kondisi olahraga di masing-masing kecamatan.
Sasaran pendataanya, meliputi sarana dan prasarana, club atau tim, keberadaan pelatih dan atletnya.
“Jadi kita ingin mendata soal sarana dan prasarana sudah ada atau belum. Aktif atau tidak. Lalu ada club atau timnya tidak, termasuk pelatih sudah ada yang berlisensi atau belum serta keberadaan atletnya. Termasuk prestasi-prestasi yang sudah diraih apa saja,” kata Ketua Hapkido Lampung ini.
Menurut dia, tujuan akhrinya adalah untuk menggenjot prestasi olahraga Lampung Tengah. Karena, diakuinya, Disporapar Lamteng belum memiliki data akurat terkait hal ini. Sehingga sulit dalam meningkatkan prestasi.
“Bercermin dari hasil Porprov Lampung tahun 2022 kemarin, prestasi kita sangat jauh dari harapan. Padahal kita punya potensi yang luar biasa di tingkat kecamatan,” jelasnya.
Hanya saja, kadang mereka yang punya potensi di bidang olahraga tidak memiliki akses untuk mengembangkan kemampuan di tingkat yang lebih tinggi.
“Mangkanya kita data untuk mengetahui hal itu. Karena kita yakin potensi olahraga tidak hanya di kota. Di kampung-kampung pun ada. Bahkan banyak,” paparnya.
Dijelaskan dia, hasil pendataan di sejumlah kecamatan yang telah dilalukan, banyak pekerjaan rumah yang harus dilalukan.
Seperti masih banyak pelatih yang berlisensi. Karena itu, hasil pendataan juga dijadikan bahan kebijakan dalam membuat program.
“Mungkin jika memang belum banyak pelatih yang berlisensi, kita bisa membuat pelatihan dasar untuk mereka (pelatih) untuk mendapat lisensi,” katanya.
Kemudian, bagi atlet yang berprestasi dan telah didata, tentu akan dilakukan pembinaan sesuai cabangnya masing-masing.
Sekretaris Disporapar Lamteng Ricky Augusta menambahkan, pendataan bidang olahraga merupakan salah satu program disporapar sebagai upaya memperbaiki prestasi.
Dia berharap dengan pendataan mampu menggali potensi olahraga di seluruh daerah Lampung Tengah agar terus berkembang dan melahirkan prestasi-prestasi baru di masa depan.
“Kegiatan ini dilakukan ada beberapa target. Target jangka pendek kita tau kondisi real dan potensi cabor-cabor di masing-masing kecamatan dan bisa menyusun langkah strategis untuk kemajuan olahraga. Target jangka panjang Insyaallah di porprov nanti Lamteng bisa jadi yang terbaik,” katanya. (rid)
