Radarlamteng.com, TRIMURJO – Sungguh malang nasib yang di derita Safari, Warga Kampung Notoharjo, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah (Lamteng) yang di Diagnosa dokter mengidap Hemangioma (benjolan merah berair) yang tumbuh di sekujur kaki.
Pria kelahiran Bandar Lampung 52 tahun silam ini harus pasrah dan menerima dengan lapang dada saat dokter spesialis menganjurkan untuk di lakukan amputasi.
Didampingi Kepala Kampung (Kakam) Notoharjo Bambang Sungkowo, wartawan media ini mencoba menyambangi Safari dikediamannya, Kamis (12/1/2023).
Dimana, Safari beserta istri selama ini menempati perumahan Sekolah Dasar (SD) Negeri yang tak jauh dari Balai Kampung setempat.
Dalam perbincangan, Safari menceritakan awal mula kedua kakinya di amputasi, dimana berawal dari dirinya mengalami Kecelakaan Laluntas (Lakalantas) 10 tahun lalu hingga mengakibatkan munculnya penyakit Hemangioma di kaki sebelah kanan yang sebelumya telah dilakukan tindakan medis hingga akhirnya di amputasi.
“Awalnya dulu, saya mengalami kecelakaan dan terdapat luka kemudian muncul benjolan yang tidak saya hiraukan. Semakin lama benjolannya membesar dan bernanah sehingga dokter menyarankan untuk dilakukan operasi kecil. Namun, setelah di operasi ternyata darahnya tidak berhenti mengalir hingga harus di lakukan tindakan amputasi,” jelasnya.
Setelah di amputasi kaki sebelah kanan, sambung dia, ternyata penyakit yang di deritanya itu telah menjalar ke kaki sebelah kiri serupa dengan peristiwa yang di alami setahun lalu.
“Baru satu tahun lalu saya kehilangan satu kaki dan kini saya harus merelakan kaki saya yang satunya. Mau bagaimana lagi ini adalah ujian bagi saya. Semoga saya bisa melewati ujian ini,” ujarnya.
Meski hingga saat ini, ia belum mendapatkan perhatian lebih baik dari pemerintah kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah dalam hal ini Dinas Sosial, Safari tetap optimis untuk melangsungkan hidup meski tanpa kaki.
“Walaupun belum ada perhatian lebih dari pemerintah daerah. Tapi saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pak lurah dan pamong kampung yang sudah peduli dan banyak membantu saya selama ini,” ucapnya.
Akan tetapi, Safari yang semula berprofesi sebagai sopir ini berharap, kepada Pemkab Lamteng maupun donatur lainnya dapat membantu ia untuk bisa mendapatkan kaki palsu agar dapat beraktifitas kembali.
“Meski tidak senormal dahulu, setidaknya kalau pakai kaki palsu kan saya bisa jalan dan tidak hanya berada di kamar saja. Terlebih saat akan membuang air baik besar maupun kecil saya bisa jalan sendiri tanpa harus merepotkan orang rumah,” harapnya. (cw29/rid)
