Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2022 sebesar 5,51%, meningkat dibandingkan inflasi IHK 2021 sebesar 1,87%. Kondisi ini menjadi perhatian besar Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) untuk mengambil langkah dalam penanggulangan inflasi di tahun 2023.
Guna mendukung dan mendorong program Bupati Lamteng Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lamteng, selama menghadapi lonjakan harga pangan pada Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, menggelar gerakan pangan murah.
Gerakan Pangan Murah bekerjasama dengan Bulog untuk beras, RNI untuk tepung terigu dan gula. Untuk telur bekerjasama dengan PPN dan minyak goreng dengan Domus, selain itu untuk beras premium dan non pestisida dengan Gapsera. Gerakan Pangan Murah digelar di SMPN 1 Terbanggi Besar pada (13/12/2022) lalu dan tanggal (14/12/2022) di Lapangan Kampung Sidomulyo Kecamatan Punggur yang pelaksanaannya di fasilitasi oleh Badan Pangan Nasional.
Pada gerakan pangan murah, harga bahan sembako memiliki selisih lebih murah. Seperti beras medium dijual Rp 9.000/kg dari harga dipasar Rp 11.000/kg. Kemudian Cabe Merah keriting dijual Rp 25.000/kg dari harga pasar Rp 35.000/kg. Kemudian untuk harga Minyak Goreng dijual Rp 13.000/kg dari harga pasar Rp 15.000/kg. Sementara telur dijual Rp 27.000/kg dari harga pasar Rp 30.000/kg.
Komoditas lainnya untuk bawang merah dijual Rp 24.000/kg dari harga pasar Rp 28.000/kg, lalu bawang putih dari dijual Rp 12.500/kg dari harga pasar Rp 17.000/kg. Gula putih dijual Rp 13.000/kg dari harga pasar Rp 14.000/kg dan tepung terigu dijual Rp 11.500/kg dari harga dipasar Rp 16.000/kg.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lamteng Jumali saat ditemui diruang kerjanya Kamis (5/1/2022) menyampaikan guna mendukung dan mendorong program Pemkab Lamteng dalam penggulangan inflasi terus dilakukan upaya untuk stabilitasi harga pangan dimasyarakat.
“Melalui gerakan pangan murah yang digelar, sasarannya stabilitas harga dan pengendalian inflasi guna meningkatkan daya beli masyarakat.
Selain gerakan pangan murah dalam rangka pengendalian inflasi, Pemkab Lamteng juga memberikan bantuan benih hortikultura yang salah satunya adalah benih cabe untuk ditanam dilahan pekarangan oleh para KWT.
Berdasarkan data BPS untuk produksi padi hingga September 2022 mencapai 504,535 ribu hektar. Sedangkan produksi beras hingga Minggu pertama di bulan Januari 2023 produksi beras mencapai 547 ribu ton. Sehingga beras mengalami surplus 300 ribu ton.
“Dalam mewujudkan program Bupati Musa Ahmad Lamteng menjadi Zona Komoditas, saat ini terus ditempuh upaya untuk pengembangan budidaya dicentral bawang yang sudah ada di Kecamatan Kota Gajah, Pubian dan Seputih Raman.
Selain bawang, juga terdapat pertanaman cabe merah keriting seluas 700 hektare, dengan sentral pertanaman cabe di Kecamatan Bekri, Kalirejo dan Padang Ratu, selain itu juga dibeberapa daerah lain seperti Seputih Raman dan Rumbia paparnya.
Yeni adalah salah satu petani cabe dari Kampung Varia Agung Kecamatan Seputih Mataram. Dirinya mengaku mendapatkan keuntungan sampai Rp 500 ribu disetiap minggunya dari panen cabe rawit dipekarangan rumahnya.
“Saya berinisiatif untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah saya untuk menanam 30 batang cabe dan bisa panen setiap minggunya 10 Kg. Jika harga cabai rawit saat ini mencapai Rp 50 ribuan jadi saya mendapat hasil Rp 500 ribuan dan setiap bulan bisa sampai Rp 2 jutaan, ini mampu membantu saya untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” ungkapnya.
Harga kebutuhan pokok masih stabil dan jika terjadi lonjakan harga biasanya dipengaruhi tingkat konsumtif yang meningkat dan juga dipengaruhi momen – momen kebutuhan yang pasti terjadi seperti jelang hari raya Natal, Tahun Baru dan bulan ramadhan serta hari raya Idul Fitri.
Ketua Forum Kelompok Wanita Tani (FKWT) Lamteng Mardiana Musa Ahmad berharap melalui KWT yang sudah tersebar di 28 Kecamatan setiap wanita mampu memiliki kreatifitas dalam pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan menanam sayuran, cabe juga adanya kolam dan kandang.
“KWT akan memfasilitasi dengan bantuan bibit yang dapat dipergunakan untuk ditanam baik melalui KWT juga di pekarangan rumah, sehingga dapat bermanfaat untuk menambah perekonomian yang berdampak kesejahteraan keluarga,” ujar Mardiana. (sci/rid)
