Radarlamteng.com, BANDARJAYA – Inisiatif Lampung Sehat ( ILS ) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) bersama Pemkab Lamteng sepakat untuk berkolaborasi melakukan penanggulangan terhadap penyakit Tuberkulosis di Lamteng. Kesepakatan ini disampaikan melalui konferensi pers yang disampaikan pada Jum’at (30/12/2022) di Moonbee Cafe dan Resto Bandarjaya.

Program Officer ILS, Suroto menyampaikan kegiatan kesepakatan bersama ini untuk mensukseskan program menuju Eliminasi Tuberkulosis 2030. Melihat situasi TBC di Lamteng yang setiap tahunnya mengalami lonjakan yang signifikan maka perlu dilakukan langkah untuk penanggulangan yang harus dilakukan secara cepat dan bersama-sama.

“Kami telah mengunjungi lebih dari 5000 rumah tangga untuk melakukan edukasi langsung kepada keluarga pasien dan sekitar rumah pasien, melakukan lebih dari 4000 titik penyuluhan baik di kelompok pengajian, arisan, senam.

Dari edukasi yang di lakukan kader ILS di Lamteng dapat menemukan 543 pasien baru, dimana yang ditemukan dengan kondisi yang sudah parah, sebab masyarakat masih abai akan kondisi ini karena dianggap gejala batuk-batuk yang dialami masih tergolong biasa sehingga tidak segera mengakses layanan faskes. Kader-kader ILS siap menjemput terduga TBC untuk diteruskan ke faskes terdekat seperti puskesmas dan rumah sakit agar sakit yang di derita masyarakat dapat segera terdeteksi.

Penyakit TBC lanjutnya, tidak mengenal usia. baik anak-anak hingga lansia rentan tertular TBC, apalagi jika di sekelilingnya ada yang menderita TBC.

Untuk itu, tambahnya penting untuk dilakukan kolaborasi bersama Pemerintah Daerah Lamteng dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Koalisi Organisasi Profesi Indonesia-TBC (KOPI-TB).

Wakil Bupati Lamteng dr.Ardito Wijaya memberikan apresiasi atas digerakannya program dari Inisiatif Lampung Sehat ini. Kesepakatan ini sangat positif untuk menuju Eliminasi TB di tahun 2030.

“Pemerintah Daerah Lamteng dalam hal ini akan mendukung secara maksimal untuk kesepakatan ini yang nantinya akan dialokasikan anggaran untuk penyediaan alat yang dibutuhkan dalam proses screning disemua kecamatan sehingga lebih mudah terdeteksi warga yang mengalami TBC dan bisa lebih cepat mendapatkan pertolongan.

Saya mewakii Bupati Lamteng pun akan suport dengan harapan terbitnya Peraturan Bupati (PERBUP) khusus TBC dengan akan meminta konsultasi terlebih dahulu dengan Tim Hukum Pemda, guna menjadi payung hukum gerakan bersama Penangulangan TBC di Lampung Tengah.

“Berdasarkan program Bupati Lamteng Musa Ahmad bersama Dinas Kesehatan. ILS akan memaksimalkan screning bersama dokter yang ikut andil untuk menuju Lampung Tengah bebas TBC.

Diharapkan dengan adanya ILS akan menjadi contoh LSM/Dan Oraganisasi Masyarakat lain di kabupaten ini untuk membantu mangatasi TBC dimasyarakat. Kita melakukan kerja ektra ini untuk mengatasi tingginya tingkat TBC secara global yang pada tahun 2022 ini Indonesia menempati urutan ke 2 di dunia dengan tingkat penderita TBC terbanyak, ” urainya.

Hadir pula dalam kegiatan ini Dwi Urip Puji Rahayu, pengelola Program TBC bersama Eko Witono Kasi P2PM dinas Kesehatan mewakili Kepala Dinas Kesehatan Lamteng dr Otniel Sriwidiatmoko berharap baik pemerintah daerah dan masyarakat dan jajaran dinas kesehatan serta tim medis akan bersinergi.

“Dengan penemuan kasus setiap tahun yang semakin banyak, penyakit TBC ini mudah menular dan berisiko kematian. Pasca Pandemi Covid 19 mengajari untuk kita saling peduli. Dan dengan kolaborasi ini untuk menumbuhkan rasa saling peduli terhadap kondisi ini. Data di dinas kesehatan Lamteng terdapat 2.731 kasus TBC ditahun 2022 ini.

Kolaborasi ini perlu untuk melibatkan semua dinas instansi seperti dinas pendidikan, dinas kementrian agama, perlindungan anak dan lainnya sehingga langkah untuk mengatasi dan mencari kasus TBC sebanyak-banyaknya untuk ditemukan dan diatasi agar tidak ada lagi kasus TBC,” terang Dwi.

Ketua IDI Lamteng dr.Muji Nurdiyanto hadir dan beserta KOPI -TB dr.Josi Harnos, MARS merespon langkah sinergi yang akan dibangun ILS bersama Pemkab Lamteng dan juga IDI.

” Hasil evaluasi 2022 temuan terhadap penyakit TBC sangat luarbiasa meningkat, dan harapan kami di tahun 2023 ada progres yang luar biasa, sehingga eliminasi TB di Lampung tengah akan tercapai,” ujarnya. (sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *