Radarlamteng.com, SEPUTIHMATARAM – Kelompok kerja kepala sekolah dasar (K3S SD) Kecamatan Seputihmataram, Lampung Tengah mengadakan Pelatihan Pengembangan Profesi Guru (PPPG). Pelatihan PPPG ini bekerja sama dengan LIPNAS (Lembaga Informasi Pelatihan Nasional). Kegiatan tersebut bertempat di SDN 1 Kurnia Mataram.
Hadir pada kegiatan tersebut yakni Dr. H. Matsyuroh, MM, M.Si sekaligus selaku narasumber dari Jakarta, Sariman, S.Pd, MM dari Dinas Pendidikan Pendidikan Lampung Tengah, Warsini, S.Pd, MM Korwil Sepurihmataram, Mugiyo, S.Pd ketua K3S SD Seputihmataram sekaligus ketua panitia kegiatan, dan kepala sekolah SD beserta guru, serta kepala sekolah SMP beserta guru.
Dr. H. Matsyuroh, MM, M.Si, selaku narasumber menekankan pentingnya kegiatan pelatihan (workshop) ini untuk guru dan Kepala Sekolah di jaman era digital dan industri 4.0 dalam meningkatkan pengembangan diri masing-masing guru.
“Salah satu keuntungannya guru dan kepala sekolah bisa dengan mudah membuat PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dan PTS (Penelitian Tindakan Sekolah) yang selama ini selalu menakutkan bagi guru dan kepala sekolah sehingga menjadi kendala dalam proses kenaikan pangkat dan jabatan,” ujar Matsyuroh, Rabu (1/9/2021).
Dikatakannya, pengembangan dan peningkatan profesi guru harus dilakukan dalam rangka menjaga agar kompetensi keprofesiannya tetap sesuai dengan perkembangan zaman. Yang dibutuhkan adalah program pembinaan dan pengembangan profesi guru meliputi pembinaan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Kemudian pembinaan dan pengembangan karier meliputi penugasan, kenaikan pangkat, dan promosi. Keduanya disesuaikan dengan jabatan fungsional masing-masing.
Matsyuroh menambahkan agar Kegiatan pelatihan atau workshop PTK dan PTS ini bisa dilanjutkan dengan kegiatan workshop serupa diwaktu yang akan datang.
“Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru PNS terutama guru-guru yang sudah bersertifikasi se-Kecamatan Seputihmataram. Peserta pelatihan (workshop) ini diikuti 115 peserta. Kegiatan pelatihan ini tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat,” pungkasnya. (bil)
