Radarlamteng.com, PUNGGUR – Bongkahan batu meteor yang jatuh di Kecamatan Punggur beberapa waktu lalu telah diteliti oleh beberapa mahasiswa dan dosen perguruan tinggi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung.
Pecahan batu yang sempat menggegerkan masyarakat Lampung Tengah (Lamteng) itu ternyata asli berdasarkan hasil penilitian. Para peneliti membenarkan bahwa bongkahan batu tersebut adalah pecahan batu meteorit yang jatuh ke bumi.
Diketahui, terdapat tiga titik ditemukannya batu meteorit tersebut di Lamteng, salah satunya ialah Mbah Sukirno (70) salah satu warga Dusun VIII, Kampung Astomulyo, Lamteng yang ditemukannya di persawahan miliknya pada 1 Januari 2021 lalu.
Setelah di lakukan penelitian, batu yang memiliki berat 1,75 Kilogram itu ternnyata mengandung Besi (Fe) Magnesium (Mg) dan Silka yang relatif tinggi. Kemudian terdapat beberapa logam berat yang mudah larut dalam air dan bersifat racun pada tubuh seperti Zn, Cr, Ni dan lain-lain
Dikutip dari pesan yang dikirim oleh pihak peneilti Itera Lampung melalui pesan WhatsApp anak kandung Mbah Sukirno, Hendri menerangkan, bahwa batu yang diduga meteorit tersebut memiliki kandungan yang sangat berbahaya.
Berikut isi pesan WhatsApp yang dikirim.
“Selamat siang pak Hendri, kami belum sampaikan hasil secara official (resmi), tapi batu yang bapak miliki, memiliki unsur Fe, Magnesium, dan silka yang relatif tinggi, kemudian terdapat beberapa logam berat yang mudah larut dalam air dan bersifat racun pada tubuh seperti timbal, Zn, Cr, Ni, dll. Kami menemukan indikasi unsur radioaktif, namun kami perlu uji kembali untuk memastikan, hingga dalam rentang dua minggu ini, apakah sawah bapak dalam kondisi baik-baik saja? Apakah juga ada kematian ikan atau kodok yang tidak biasa?,” begitu isi pesan WhatsApp yang diketahui dikirim oleh Dosen Itera Lampung. Rabu (10/2/2021). (cw29/rid)
