Radarlamteng.com, KOTAGAJAH – Bank Tara Lampung Tengah (Lamteng) mencatatkan kinerja positif selama tahun 2020.
Meski dalam tekanan pandemi Covid-19, bank yang berkantor pusat di Kecamatan Kotagajah ini berhasil membukukan laba sebesar Rp3,2 miliar dengan rasio Non Performing Loan (NPL) 1,85 persen.
Menurut Direktur Utama Made Nata, SE., didampingi Komisaris Utama (Komut) sekaligus pemegang saham PT Bank Perkreditan Rakyat Tara Dharma Artha sebagai induk Bank Tara, I Komang Koheri, SE., capaian itu patut disyukuri karena kinerja pada tahun 2020 mendapat tantangan berat, yakni pandemi Covid-19.
“Tentu kita bersykur di tahun 2020 kita masih mendapatkan laba yang cukup tinggi meski di tengah pandemi Covid-19,” kata Made Nata, Rabu (10/2/2021).
Selanjutnya, pada tahun 2021 ini Bank Tara akan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari hasil laba yang didapat kepada masyarakat.
“Dana CSR sebagai tanggung jawab sosial perusahaan akan kita berikan kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan sosial,” imbuhnya.
Selalanjutnya, pihaknya optimis pada tahun 2021 akan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik. Karena itu, Bank Tara berencana memasang target kenaikan laba 10 persen di tahun ini. “Tahun 2021 kita berencana menaikan target laba sebesar 10 persen dari laba tahun 2020,” jelasnya.
Ditambahkan Koheri yang juga anggota DPR RI ini bahwa keberadaan Bank Tara diharapkan terus memberi manfaat bagi masyarakat Lampung Tengah melaui produk-produk perbankan yang selama ini berjalan baik. Seperti tabungan, deposito, dan kredit pertanian yang menjadi andalan.
Di mana, masyarakat petani di Lampung Tengah diberi kesempatan dalam hal permodalan ketika akan melakukan penanaman. “Yakni memberi suntikan modal bagi para petani yang akan menanam jagung, padi dan komoditas perkebunan lainnya,” jelasnya.
Lebih jauh dia menjabarkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan baru. Yakni mulai tahun 2021, untuk menjadikan bank baru modal minimal yang disertakan Rp50 miliar.
“Tapi ini tidak berlaku bagi bank lama. Adanya aturan itu kita bersyukur. Karena Bank Tara sudah lahir di Lamteng, bukan bank baru lagi. Jadi kita bisa lebih fokus secara terus menerus membangun Lampung Tengah,” bebernya.
Menurut dia, aset Bank Tara saat ini sudah menyentuh angka Rp55 miliar lebih. “Kita tidak punya cabang di luar Lamteng. Kita fokus Lamteng dan mudah-mudahan bisa menjadi bank kebanggaan masyarakat Lamteng,” pungkasnya.
Sejumlah penghargaan juga diraih Bank Tara Lamteng. Seperti pada tahhn 2019 mendapat penghargaan dari infobank media finance sebagai bank berkinerja Sangat Baik nomor 4 nasional kategori bank Rp50 miliar. (rid)
