Radarlamteng.com, SEPUTIHAGANG – Seorang perawat di Puskesmas Simpangagung, Kecamatan Seputihagung terkonfirmasi positif Covid 19.
Pasien seorang perempuan berinisial U berusia 40 tahun tersebut merupakan warga Kampung Simpangagung, Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah. Hal ini dibenarkan Kepala Kampung Simpangagung Pramono. Menurut dia, warga tersebut tinggal di Dusun 2 Blok Malang.
“Saya dapat informasi dari pak camat bahwa ada warga saya yang positif Covid 19. Lalu segera saya ambil langkah untuk lockdown kawasan di seputar rumah warga yang terpapar tersebut, dengan mentup akses jalan masuk dan melarang warga sekitar untuk melakukan kontak fisik dengan keluarga yang positif Covid-19,” jelasnya.
Lalu dilakukan penyemprotan disenfektan di seputar rumah warga serta central lainnya seperti puskesmas.
Sementara, Kepala Puskesmas Simpangagung, Bambang Wijadmoko menyatakan bahwa perawat yang terpapar Covid 19 saat ini sudah diisolasi di RS DKT Bandarlampung. “Dikarenakan suaminya bertugas di sana (RS DKT Bandarlampung), dan pihak keluarga juga akan langsung dilakukan tes swab,” kata Bambang, Minggu (30/8/2020).
Menurut Bambang, perawat yang bertugas sejak 10 hari terakhir mempunyai riwayat perjalanan dari Krui, Pesisir Barat. Sekembali dari perjalanan, pasien merasakan kondisi badannya tidak sehat.
Lalu melakukan rapid test dan reaktif. Kemudian pada tanggal 26 Agustus melakukan Swab Test dan pada tanggal 28 Agustus hasilnya positif Covid 19.
“Suaminya sudah dilakukan Rapid Test dengan hasil negatif sementara 2 anaknya reaktif dan masih dalam proses dilakukan Swab Test,” jelasnya.
Pihak Puskesmas sudah melakukan tracking terhadap 50 orang dari keluarga, rekan kerja dan orang yang selama ini melakukan kontak dengan pasien yang terpapar.
Terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas, Bambang mengatakan sesuai Intruksi Kepala Dinas Kesehatan Lamteng dr. Otniel, masih tetap dibuka. Petugas kesehatan yang bertugas adalah yang tidak pernah melakukan kontak dengan perawat yang terpapar Covid 19. “Dan secara rutin kita melakukan penyemprotan disenfektan dan penyinaran di area puskesmas,” ujarnya.
Bambang berharap adanya kasus positif Covid 19 bisa menjadi antisipasi bersama bagi seluruh warga dan pemerintah, bahwa di era new normal ini jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan.
“Kami mengimbau agar secara ketat terus melakukan disiplin kesehatan dengan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, disertai menjaga imunitas tubuh, menghindari pusat keramaian. Kita dapat mencegah diri dari Covid 19 dengan memperhatikan kesehatan perlindungan dari diri sendiri, keluarga hingga orang-orang di sekitar kita,” harapnya.
Ketua Tim Gugus Tugas Covid 19, yang juga Camat Seputihagung Candra Sukma menambahkan langkah yang dilakukakan adanya kasus ini, adalah dengan menseterilisasi rumah dan tempat kerja warga yang terpapar Covid 19, serta langsung melakukan tracking orang-orang yang kontak erat dengan pasien lalu akan dilakukakan swab test.
“Kita sudah koordinasikan juga ke dinas kesehatan, serta memerintahkan untuk mengisolasi mandiri selama 14 hari bagi orang-orang yang sudah melakukan kontak dengan warga yang terpapar Covid 19,” punkasnya. (sci/rid)
