Radarlamteng.com, RUMBIA – Puluhan orang kembali jalani swab test di Puskesmas Rumbia, Selasa (14/7/2020). Pemeriksaan massal terkait paparan virus corona ini bekerjasama dengan tim Dinas Kesehatan Lampung Tengah (Lamteng), yang diikuti 41 orang, 18 anak-anak, 11 dewasa laki-lali, dan 12 dewasa perempuan.
Rinciannya, 21 orang diantaranya menjalani swab test untuk kedua kali. Sebelumnya mereka telah diambil sampelnya dengan hasil negatif.
“Untuk yang 21 orang merupakan swab test kedua. Sebelumnya mereka sudah melakukan test yang sama beberapa hari lalu dan hasilnya negatif. Swab test kedua ini untuk memastikan sekaligus sebagai antisipasi paparan virus corona,” kata Kepala Puskesmas Rumbia, Gusti Yoga.
Pasalnya, berdasarkan hasil tracking, 21 orang yang diperiksa ini memiliki kontak erat dengan seorang pasien terkonfirmasi Covid-19 pada 1 Juli 2020, yakni seorang perempuan berinisial G umur 28 tahun warga Kota Bandarlampung.
“Kebetulan saat itu pasien pernah singgah di wilayah Kecamatan Rumbia dan memiliki riwayat kontak dengan beberapa orang,” jelas Yoga.
Sementara, 20 orang lainnya yang menjalani swab test adalah pengambilan sampel pertama. “Jadi 21 orang swab test kedua dan 20 orang swab test pertama,” bebernya.
20 orang yang jalani test pertama juga punya riwayat kontak erat dengan pasien positif corona. Karena selain nyonya G, ditemukan dua lagi kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah yang sama pada 6 Juli 2020.
Dua orang pasien itu adalah anak dari pasien G. Yakni M laki-laki usia 9 tahun dan K perempuan usia 3 tahun.
“Berdasarkan hasil tracking, kedua pasien (M dan K) telah melakukan kontak erat dengan sejumlah orang. Dan orang yang pernah kontak erat kita lakukan tes hari ini,” jelasnya.
Spesimen swab, kata Yoga, langsung dibawa team Dinkes Lamteng untuk dikirim ke laboratorium. “Hasilnya paling cepat akan diketahui besok (Rabu 15 Juli 2020) pagi atau siang,” jelasnya.
Menurut Yoga, tindakan ini merupakan respon cepat tim Gugus Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Rumbia dalam upaya penanggulangan, pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah setempat.
Terkait hal ini, pihaknya mengingatkan kembali kepada masyarakat Rumbia agar tidak panik, tidak phobia atau ketakutan berlebihan. Tetapi agar tetap dan selalu waspada, dengan cara mematuhi protokol kesehatan dan taat semua imbauan pemerintah dalam menjalankan beraktivitas. “Yaitu pakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan pakai sabun atau gunakan hand sanitizer,” imbaunya.
Dipertegas lagi oleh Yoga, bahwa tiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang ditemukan di Rumbia adalah warga yang tinggal sementara. Artinya, penularannya bukan di Rumbia. “Dan sesuai alamat KTP, ketiganya masuk sebagai pasien Kota Bandarlampung,” jelasnya.
Namun sebagai tim gugus tugas di bawah, pihaknya telah melakukan langkah cepat untuk menindaklanjutinya. “Dengan respon cepat dan upaya keras serta kerjasama semua pihak diharapkan mata rantai penularan dari pasien positif konfirmasi Covid-19 dapat kita putus di sini. Kita sama-sama tidak ingin ada masyarakat Kecamatan Rumbia yang tertular Covid-19 dan menularkannya,” harapnya. (rid)
