Blusukan ke Kampung, Nessy Kalviya Mustafa Bagikan 1.000 Karung Beras

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Di tengah pandemi Covid 19 semangat saling membantu harus terus ditumbuhkan. 

Pasalnya, dalam kondisi terpuruknya perekonomian ini, tidak sedikit warga Lampung Tengah yang berjuang di tanah rantau nekat pulang kampung demi mempertahankan hidup.

Melihat kondisi ini, bakal calon Bupati Lamteng Hj. Nessy Kalviya Mustafa dengan penuh semangat turun langsung ke kampung- kampung terpencil menyambangi warga miskin dan memberikan bantuan sembako 1.000 karung beras atau sejumlah 5 ton di Kampung Fajarbulan Kecamatan Gunungsugih dan Kampung Hajipemanggilan Kecamatan Anaktuha, Jumat (08/05/2020).

Tidak hanya itu, guna membantu pencegahan Covid 19, Nessy juga membagikan masker serta disenfektan. Seakan tidak mengenal lelah dengan medan yang terjal dan hanya mengendarai sepeda motor istri mantan Bupati Lamteng Mustafa ini, menyambangi rumah-rumah geribik milik warga miskin. Selain juga ketika melihat petani bekerja belum mengenakan masker turun kesawah dan ladang dan membagikan masker ke petani. 

Nessy terlihat sangat memperhatikan orang miskin. Kemelaratan dan kemiskinan orang lain tidak luput dari perhatiannya. Sikap inilah yang menjadi energi penggerak bagi Nessy Mustafa untuk memperjuangkan serta membela nasib rakyat miskin.

“Saya merasa prihatin terhadap keluarga yang terkena dampak Covid 19, meskipun tidak banyak yang dapat diberikan diharapkan akan dapat mengurangi beban berat warga di masa sulit pandemi Covid 19. Ketika bersama mereka saya sangat merasakan, betapa susahnya warga dengan, kondisi rumah memprihatinkan tetap berjuang bertahan hidup dengan tidak pernah putus asa, perih rasanya namun kita semua harus terus semangat untuk memerangi wabah virus corona ini dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan anjuran pemerintah. Sehingga jangan sampai banyak jumlah warga di Lampung Tengah yang positif covid 19, dan perekonomian segera pulih kembali,” harapnya.

Dari lokasi rumah warga yang menerima bantuan terdapat juga anak-anak yang mengalami sakit lumpuh layu dan harus tergolek lemah diatas tempat tidur yang terbuat dari bilik bambu dan beralas tikar. Dinding rumah yang geribik yang terlihat sudah berlubang dan tiang-tiang mulai usang. Banyak yang sampai menangis saat mendapat bantuan. 

Sari (54 tahun) salah satu warga yang tidak dapat membendung airmatanya ketika membuka pintu rumahnya dan langsung mendapat bantuan.

“Alhamdulillah, saya bisa mendapat bantuan beras dari Bu Nessy Mustafa,karena ini memang yang sangat kami butuhkan, rasa untuk membeli beras sangat sulit bagi kami yang kerjanya hanya serabutan, terima kasih Ibu, semoga dibulan Romadhon ini,Allah akan membalas niat mulia ibu membantu kami yang miskin ini,” ucap Sari sambil menyeka airmatanya.

Tentunya, hal ini menjadi Pekerjaan Rumah bagi pemangku kebijakan di Pemerintah, sehingga warga miskin akan tersentuh bantuan dan layak mendapatkan kehidupan yang sejahtera sesuai isi UUD 1945.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *