Hama Wereng Serang Puluhan Ha Sawah di Variaagung

Radarlamteng.com, SEPUTIHMATARAM – Serangga penghisap cairan tumbuhan (wereng) menyerang sekitar 25 hektare (Ha) sawah di Kampung Variaagung Kecamatan Seputihmataram, Lampung Tengah.

Suratno (52), petani di Variaagung menerangkan bahwa sudah banyak lahan milik petani yang diserang hama di musim tanam ini. Bahkan petani terancam gagal panen jika tidak ditangani secara cepat dan serius.

“Sudah banyak sekali yang terkena hama wereng, di lahan saya saja hampir semua tanaman padi terserang hama. Terpaksa besok saya harus memanen padi yang masih berumur empat bulan,” keluhnya Sabtu (14/03/2020).

Adanya serangan hama ini, dibenarkan oleh Kepala Kampung Variaagung, Sudiyanto. Ia merasa prihatin dengan serangan hama yang terjadi di lahan pertanian milik petani tersebut.

“Saya prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Sebanyak 25 hektare lahan yang ditanami padi, telah diserang hama. Ini sangat kami keluhkan apalagi masyarakat sini bermata pencarian sebagai petani,” ujarnya.

Pihaknya bersama para petani, juga telah melakukan antisipasi dengan mengikut sertakan para petani pada program asuransi pertanian. Supaya ada bisa meringankan beban para petani tatkala terjadi serangan hama seperti saat ini. Meski demikian, sebab musababnya kemunculan hama ini harus ditangani secara serius.

“Petani di sini sudah ikut asuransi. Supaya mereka bisa terjamin, dan tidak gagal panen. Sehingga lahan pertanian mereka dapat terus di kelola,” terangnya.

Ia sudah berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi supaya hal serupa tidak kembali terjadi di musim tanam selanjutnya. Dengan harapan hasil pertanian dapat di rasakan oleh para petani dengan maksimal.

“Saya sudah melakukan beberapa upaya, salah satunya berkoordinasi dengan dinas terkait agar kedepan hal seperti ini tidak terulang kembali. Minimal serangan hama bisa berkurang,” ujarnya.

Sekedar diketahui, serangan hama wereng ini ini sulit untuk diketahui oleh para petani. Sebab, hama wereng ini menyerang batang tanaman padi bagian bawah. Sehingga petani harus teliti melihatnya.

Serangan hama wereng ini dapat di sebabkan lantaran penggunaan pestisida yang tidak terkendali, kurang memperhatikan jarak tanam dan pola penanaman yang tidak serentak. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *