Reses di Dharma Agung, Wayan Eka: Jangan Sampai, Masyarakat Mengeluh Ada Pustu Busuk

Radarlamteng.com, SEPUTIHMATARAM – Reses di Kampung Dharma Agung Kecamatan Seputihmataram, Wayan Eka Mahendra tampung keluhan masyarakat terkait merebaknya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai perbaikan fasilitas kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah setempat. Di khawatirkan masyarakat Seputihmataram nantinya akan mengdu bahwa ada Pustu yang busuk.

Dalam reses ini, Gusti Aji Dika seorang masyarakat Kampung Dharma Agung menyayangkan kinerja Dinas Kesehatan Lampung Tengah, yang tidak melakukan antisipasi dan sosialisasi terkait wabah DBD yang merebak saat musim penghujan tiba.

“Tidak ada antisipasi, Tidak ada sosialisasi saat menghadapi musim penghujan, karena setau kami wabah DBD muncul saat musim penghujan tiba. Baru kali ini, dusun empat Dharma Agung warganya sampai terjangkit DBD. Saya minta dinas terkait untuk lebih proaktif untuk meninjau secara langsung. Beri solusi yang nyata kepada masyarakat,” kata dia, Jumat (28/02/2019).

Sementara, Sumarno warga dusun tiga Kampung Dharma Agung mengeluhkan tentang fasilitas kesehatan yang ada di pustu kampung setempat yang dirasa sudah tidak layak lagi, dan perlu ditingkatkan.

“Kami minta dari sisi fasilitas di pustu kampung kami supaya ada perbaikan, karena dinilai tidak layak lagi, untuk pelayanannya sudah baik tapi fasilitasnya belum memadai,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wayan Eka Mahendra menjelaskan bahwa akhir-akhir ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah sedang berkeliling kecamatan yang ada di Lamteng.

“Menurut saya, Kadis Kesehatan saat ini sedang hobi berpetualang menelusuri setiap desa, di Lampung Tengah. Harapan kita semoga petualangannya lekas sampai di Seputihmataram khususnya di Kampung Darma Agung,” ujarnya sembari tertawa.

“Mungkin saat ini petualangannya (kadiskes) sedang melewati gunung dan lembah. Belum sampai ke Seputihmataram lantaran jembatannya penghubung terputus antara Kecamatan Seputih Mataram-Seputih Raman masih belum bisa dilalui, dan semoga instansi yang mengerjakan pembangunan segera diselesaikan supaya aksesnya kembali normal,” harapnya.

Ia menegaskan, eksekutif jangan hanya berbicara bahwa pendidikan dan kesehatan menjadi sentral di Lampung Tengaj, jika fasilitas pendukungnya tidak lekas di benahi. “Jangan hanya katanya saja pendidikan dan kesehatan menjadi sektor paling fundamental di Lampung tengah, bagaimana SDMnya akan maju jika tidak di tunjang dengan fasilitas kesehatan yang memadai,” tegasnya.

Menurutnya, jika di Kecamatan Kalirejo beberapa waktu terakhir di temukan bantuan tempe yang busuk, di khawatirkan masyarakat Seputihmataram nantinya akan mengdu bahwa ada Pustu yang busuk.”Ibarat di kalirejo di temukan tempe busuk dari BPNT, jangan sampai terulang di Kampung di Darma Agung, kita temukan Pustu yang yang busuk,” paparnya.

Jika dalam waktu dekat ini, dinas Kesehatan tidak mengambil sikap dengan adanya keluhan masyarakat yang di terimanya saat reses. Wayan Eka Mahendra akan bergotong-royong bersama masyarakat merespon keluhan masyarakat.

“Harapan saya, jangan hanya menjawab pertanyaan yang mudah dan mencari alasan, tapi wujud nya tidak ada. Jika kedepan tidak ada tanggapan dari OPD terkait, saya dengan masyarakat siap untuk bergotong royong dan berswadaya guna melakukan peningkatan,” pungkasnya. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *