Disebut Lambat Tangani DBD, Ini Kata Kadiskes Lamteng

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Wakil Ketua III DPRD Lampung Tengah (Lamteng), Muslim Anshori menyebut penanganan terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Kalirejo lambat.

Dia bilang Dinas Kesehatan (Diskes) Lamteng dan puskesmas setempat kurang maksimal dalam memberantas nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab DBD.

Menurut Muslim Anshori, baru-baru ini melakukan pantauan di Rumah Sakit Kartini Kalirejo yang tercatat menangani 39 warga terjangkit virus dengue.

“Kasus DBD di Kalirejo sudah mengkhawatirkan. Dari pantauan kami, di RS Kartini Kalirejo saja, telah menangani 39 pasien. Baik yang sudah sembuh maupun masih dirawat. Puskesmas Kalirejo atau Dinas Kesehatan terkesan lambat dalam menangani persolan ini,” kata dia, Senin (10/2/2020).

Penyebaran virus yang disebabkan oleh nyamuk ini sangat cepat. Sehingga menjadi kekhawatiran lantaran sudah banyak warga Kalirejo yang terjangkit DBD.

“Banyak kampung di Kalirejo yang warganya terjangkit DBD. Diantaranya, Kampung Kalirejo, Kaliwungu, Kalidadi, Sribasuki, Poncowarno, Sinarejo serta Sridadi,” jelasnya.

Ia meminta kepada Diskes Lamteng lebih serius dalam penanganan DBD di Lampung Tengah. Sehingga dapat teratasi secara maksimal, agar penyebarannya dapat ditekan.

“Sekarang ini masyarakat Kecamatan Kalirejo khawatir dengan banyaknya warga yang terjangkit DBD. Bahkan satu rumah (keluarga) terdapat dua sampai empat orang yang bersamaan terjangkit DBD ,” tegasnya.

Dikonfirmas terkait hal ini, Kadiskes Lamteng, Otniel Sriwidiatmoko memgatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pencegahan DBD. Yakni melalui sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus. “Sudah dilakukan pencegahan dengan PSM 3M Plus, begitu ada kasus DBD, dilakukan pemeriksaan epidemiologi, kalau positif kita lakukan fogging,” jelasnya. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *