Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – PT Great Giant Pineapple (GGP) dan PT Great Giant Livestok (GGL) Lampung Tengah yang diwakili Komisaris Setiawan Ahmad menandatangani MoU dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa (17/12/2019).
Penandatanganan MoU dilakukan di
aula training centre perusahaan setempat yang disaksikan Gubernur Lampung Arinal Junaidi dan Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto.
MoU tersebut berisi tentang peningkatan ekspor komoditas perkebunan, peningkatan produksi dan akselerasi ekspor komoditas tanaman pangan serta peningkatan produksi dan akselerasi komoditas peternakan.
Direktur PT GGP Wely Sugiono memaparkan, perusahaan yang dipimpinya mampu memproduksi nanas hingga 2.500 ton. 15% limbah pengolahan nanas, digunakan sebagai pakan untuk penggemukan sapi sebanyak 20 ribu ekor yang dikelola oleh PT GGL. Selain itu ada juga penanaman singkong dan tepung tapioka.
Terkait ekspor, jelas Wely, tahun 2018 mencapai 17 ribu kontainer, selanjutnya tahun 2019 jumlah ekspor masih diangka 17 ribu. Negara tujuan ekspor, di antaranya Amerika, negara di Timur Tengah China, Eropa, Jepang dan Korea serta beberapa negara Asia lain.
“Berkaitan dengan hal itu kami perlu dukungan dari pemerintah. Tujuannya untuk peningkatan produksi bahwa pada intinya kita masih kekurangan pangan, terutama untuk pengembangan pisang durian, dan mangga, termasuk jenis mangga pasuruan yang menjadi buah unggul lokal untuk ekonomi global,” urai Weli.
Sementara Mentan Syarul Yasin Limpo mengatakan, pemerintah hadir untuk mensupport kekuatan besar yang dimiliki PT GGP dan PT GGL untuk Indonesia. Menurutnya di Lampung memiliki sumber kekayaan dari pertanian.
“Kami siap membantu secara maksimal untuk kemajuan PT GGP dan PT GGL guna menggenjot ekspor. Saya ingin Lampung menjadi lokomotif baru untuk pertanian, perkebunan dan peternakan,” kata Mentan.
Diharapkan petani berupaya mengambil modal usaha di bank dengan jamin dari bupati dan gubernur. Sehingga akan mempermudah peningkatan hasil usaha petani. “Nanas kaleng menjadi kebanggaan kita dan pelepasan pedet sapi sebagai lokomotif baru Lampung untuk Indonesia,” urainya. (*/rid)
