Buruh Tani Ini Terharu, Anaknya Terima Di SMK N 2 Terbanggibesar

Radarlamteng.com,TERBANGGIBESAR- Terharu. Ya, kata itulah yang menggambarkan suasana hati Sumarni (45) warga jalan 8, Kampung Terbanggibesar, saat melihat pengumuman penerimaan PPDB di SMK N 2 Terbanggibesar (26/6/2019).

Sumarni, ialah salah satu orangtua siswa atas nama Andrik Setiawan yang diterima disekolah yang telah lama diimpikan sejak menduduki bangku SMP.

“Orangtua mana yang tidak senang melihat anaknya masuk dalam daftar pengumuman penerimaan disekolah ini. Meski nantinya harus bersusah payah dalam pembiayaan sekolah, namun saya tetap berusaha demi anak agar bisa melanjutkan sekolah tingkat atas,” ujar Sumarni yang mengaku menafkahi ke empat anaknya karena sang suami meninggal dunia.

Sumarni menjelaskan, selama ditinggal sang suami ia menafkahi ke empat anaknya dengan bekerja sebagai buruh tani diladang milik tetangganya dengan upah Rp 40 ribu perhari.

“Kalau ketiga kakaknya ini, hanya tamatan SMP karena tidak mampu membiayai sekolah lanjutan tingkat atas. Harapan saya Andrik Setiawan bisa tamatan SMK dan bisa membantu orangtuanya,” jelasnya sembari mengatakan bahwa Sumarni adalah satu peserta PKH.

Sumarni berharap, setelah diterima disekolah ini sang anak dapat belajar dengan baik dan pihak sekolah memberikan keringanan biaya karena pada saat SMP siswa tersebut menerima  Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP N 2 Terbanggibesar.

“Mudah-mudahan kedepan anak saya dapat belajar dengan baik dan menerima Program bantuan dari pihak sekolah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMK N 2 Terbanggibesar H. Yos Devera mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun ini, pihak sekolah telah memberikan program bantuan keringanan kepada siswa yang benar-benar tidak mampu.

“Ya, sesuai dengan arahan pada calon siswa saat pengumuman penerimaan siswa baru. Jadi tidak ada orang yang tidak mampu karena biaya, selama tiga tahun ini semua yang tidak mampu telah diakomodir untuk diberikan keringanan dan juga didukung oleh komite sekolah. Sehingga, tidak ada yang mengeluh dana pendidikan di sekolah,” ujarnya

Masih dikatakannya, dalam pemberian bantuan keringanan, pihak sekolah nantinya berkoordinasi dengan Ketua Komite Ishak Juarsyah S.Sos. M.M dalam membentuk tim home visit.

“Jadi kita benar-benar mendata apakah penerima bantuan keringanan ini masuk dalam katagori atau tidak, seperti mendatangi rumah calon penerima bantuan keringanan. Artinya program ini harus tepat sasaran,” jelasnya sembari mengatakan tahun ini pihak sekolah menerima peserta didik baru sebanyak 596 siswa. (cw25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *