Dinas Pertanian Lamteng Sebut Sudah Gerdal dan Beri Bantuan, Petani Mengaku tidak Pernah Terima

Radarlamteng.com, SEPUTIHRAMAN – Diperkirakan puluhan hektar tanaman padi yang tersebar di Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah (Lamteng), terancam gagal panen akibat serangan hama wereng.

Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Lamteng Edi Daryanto mengatakan sudah melakukan gerdal (gerakan pengendalian) hama dan memberikan bantuan obat-obatan.

Hal yang disampaikan Edi Daryanto bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Sebab, petani belum ada yang menerima bantuan dan justru melakukan penanganan masing-masing.

“Gerdal itu gak pernah putus malah sampai ada yang sakit petugas Gerdal kabupaten. Bantuan sudah ada,” kata Edi.

Rohman, salah satu petani Kampung Rejobasuki, Kecamatan Seputihraman, mengakui tanaman padinya diserang hama wereng. Lahan sawah miliknya seluas setengah hektar habis diserang wereng.

“Kalau tempat saya ada setengah hektar. Tempat lain ada juga yang seperempat hektar. Tapi hampir semua kena,” ujarnya, Rabu (8/5/2019).

Ia merasa pesimis tanaman padi masih bisa hidup. Sebab, kini tanaman padi yang baru berusia 1,5 bulan telah menguning karena terserang wereng. Ia pasrah jika tidak bisa memanen tanaman padinya tahun ini.

Ditanya mengenai bantuan obat-obatan pembasmi wereng dari Dinas Pertanian Lamteng, Rohman mengatakan, bahwa belum ada. Sehingga, untuk penanganan hama dilakukan dengan membeli obat-obatan pertanian sendiri.

“Gak ada lho mas. Saya beli obat-obatan sendiri,” katanya.

Hal senada dikatakan Mu’in, warga Kampung Rejoasri, Seputihraman. Mu’in menuturkan, sawah milik mertuanya seluas setengah hektar telah terserang wereng dan tanaman yang baru berusia 25 hari itu terancam gagal panen.

“Di RA (Kampung Rejoasri, Red), tempat mertua ada setengah hektar dan tetangganya ada seperempat hektar. Jadi yang terkena wereng di RA masih ngeblok. Kalau di RD (Kampung Ramadewa, Red) disana merata kena semua. Kalau semuanya bisa sampai puluhan hektar yang kena wereng,” ujar Mu’in.

Ia mengakui hingga saat ini belum ada bentuk bantuan dari Dinas Pertanian Lamteng untuk membasmi wereng.

Sama halnya dengan Kamsur, petani di Rejoasri, yang memiliki lahan sawah seluas lebih dari satu hektar. Ia hanya pasrah dengan tanaman padinya yang sudah menguning dan kemerah-merahan akibat serangan wereng.(jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *