Dhea Alesandra Antoni Alam, Atlet Taekwondo Berprestasi asal Lamteng

Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Rentetan prestasi mengiringi perjalanan Dhea Alesandra Antoni Alam di dunia seni bela diri taekwondo.

Sejumlah medali, emas dan perak berhasil digenggam Dhea Alesandra dalam keikutsertaannya di beberapa kejuaraan. Baik tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Adapun prestasi yang telah diraih anak pertama dari empat saudara pasangan Andi Antoni, SP. MM., dan Emilia Sari Narulita, S.Pd., ini diantaranya, medali emas di kejuaraan tingkat Kabupaten Lampung Tengah kyorugi KU 14-15 tahun putri tahun 2019.

Kemudian, di tingkat Provinsi Lampung berhasil mengantongi medali emas KU 14-15 tahun Light Putri dalam open turnamen Begawi Cup Taekwondo Lampung VI tahun 2019 dan juara 1 KU 14-15 tahun kyorugi putri di open turnamen Taekwondo Saburai Cup tahun 2020.

Selanjutnya di tingkat nasional berhasil mendapat medali emas cadet kyorugi putri di kejuaraan taekwondo Kapolri Cup 2 tahun 2019.

Serta juara 2 (medali perak) kyorugi KU 14-15 tahun kejuaraan premiere league student taekwondo championsip 2019, dan juara 1 (medali emas) KU 14-15 tahun putri di open turnamen MOK’S taekwondo Championship 3 South Sumatera tahun 2020.

Dhea Alesandra Antoni Alam adalah salah satu putri terbaik asal Lampung Tengah. Di sela-sela berlatih, Dhea Alesandra yang merupakan siswi SMPN 3 Terbanggibesar menuturkan bahwa prestasi yang diraihnya hingga saat ini bukan tanpa perjuangan.

“Alhamdulillah. Kunci sukses saya yaitu rajin berlatih. Tidak patah semangat. Dan yang terpenting dukungan dari kedua orang tua,” kata Dhea saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggibesar, Senin (20/4/2020).

Dalam waktu dekat, agenda penting yang akan diikuti Dhea adalah kejuaraan dunia taekwondo junior di Jakarta. Rencananya, akan diikuti perwakilan 135 negara. Namun karena terjadi pandemi Covid-19, kejuaraan tersebut diundur. “Rencana bulan 9. Tapi diundur karena Covid-19,” imbuh gadis kelahiran 9 April 2005 ini.

Di sisi lain, Dhea berujar, selama ini dia dan atlet taekwondo lainnya kurang mendapat perhatian dari Pemkab Lamteng.

Ini dirasakan Dhea ketika akan mengikuti sebuah kejuaraan karena harus mengeluarkan biaya pribadi. “Padahal saya dan teman-teman bertanding membawa nama daerah,” katanya.

Dia berharap Disdikbud, Dispora dan KONI Lamteng dapat memberi perhatian lebih kepada para altet, khususnya cabang olah raga taekwondo. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *