Radarlamteng.com, SEPUTIHRAMAN – Forkopimcam Seputihraman, Lampung Tengah (Lamteng), memperingati Hari Ibu ke 91 tahun dengan menggelar lomba tumpeng yang diikuti oleh 20 peserta dari seluruh kampung dan instansi pemerintah di kecamatan setempat, Rabu (18/12).

Bukan hanya itu, dengan inisiatif sendiri Forkopimcam Seputihraman memiliki perayaan yang berbeda dari kecamatan lainnya yang ada di Lamteng. Yakni juga melaksanakan upacara yang dipimpin langsung Ketua PKK Kecamatan Seputihraman Tri Eko Danarto.

Tri Eko Danarto mengatakan bahwa peringatan Hari Ibu ke 91 Tahun ini, diikuti oleh seluruh instansi pemerintahan, kampung-kampung dan masyarakat Kecamatan Seputihraman dalam lomba tumpeng. 

“Ada 20 peserta baik kampung-kampung dan instansi pemeritahan yang ada di Kecamatan Seputihraman ikut lomba tumpeng. Kami juga melaksanakan upacara yang merupakan inisiatif kami dan berbeda dari kecamatan lainnya yang ada di Lamteng,” kata istri Camat Seputihraman Eko Danarto.

Tri sapaan akrabnya menjelaskan bahwa peringatan Hari Ibu ke 91 tahun ini, menindak lanjuti arahan Ketua PKK Kabupaten Lamteng Ellya Lusiana Loekman. Peringatan ini, berawal dari terselenggara Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.

Masih dikatakannya, momentum Hari Ibu diharapkan sebagai refleksi dan renungan. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan disemua bidang pembangunan.

“Peringatan hari Ibu tahun Ini, kami mengusung tema Perempuan Beradaya Indonesia Maju. Tema itu, Kami harapkan dapat menginspirasi para pemangku kepentingan di pusat maupun daerah untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia,” kata Tri saat sambutan sebagai komandan upacara.

Lanjut Tri, perempuan memiliki hak asasi yang sama dan integral dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu, perlu dipelihara kodrat, harkat dan martabatnya sebagai Ibu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera.

“Dengan berkembangnya teknologi canggih, Ibu-ibu bisa merasakan betapa hebat dampaknya pada keluarga kita. Tanggung jawab seorang Ibu dihadapkan kepada berbagai masalah dan tantangan, ditambah lagi masalah kaum Bapak. Oleh karena itu, kita harus menjadi perempuan tangguh, mandiri, kreatif dan dapat melahirkan generasi yang membanggakan,” pungkasnya. (cw23/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *