Radarlamteng.com, TRIMURJO – Menjelang Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) serentak November 2019 mendatang, Polsek Trimurjo menggelar silaturahmi dan colling sistem di Kampung Pujo Asri, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, Rabu (11/9/2019).
Turut hadir dalam acara tersebut Kapolsek Trimurjo AKP Kurmen Rubiyanto, SH.MM, Danramil Trimurjo diwakili Serda Suhadi, Pj. Kepala Kampung Pujo Asri Mujiono, Ketua Panitia Pilkakam Sarno, Ketua BPK Suwoto, tokoh masyarakat dan seluruh perangkat kampung setempat.
Dalam sambutannya, Pj. Kakam Pujo Asri Mujiono menyampaikan kepada seluruh panitia pilkakam agar dapat bekerja sesuai aturan. Serta bekerja profesional dan bersifat jujur, adil dan netral.
“Saya minta kepada rekan-rekan panitia pilkakam dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Mulai dari tahapan pemilihan hingga selesai pilkakam dengan sebaik-baiknya dan bersifat jujur, adil, serta netral,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkakam Sarno mengharapkan kepada seluruh perangkat kampung, tokoh masyarakat agar bersama-sama menyukseskan pilkakam serentak mendatang. Sebab tanpa tanpa dukungan dan pengawasan dari seluruh masyarakat maka pilkalam tidak dapat berjalan dengan baik.
“Segala biaya yang timbul dalam pilkakam ini sudah ditanggung dan disiapkan pemerintah. Oleh karena itu panitia dilarang keras meminta biaya apapun dari calon kakam atau meminta ke masyarakat dan calon kakam pun dilarang keras memberi sesuatu kepada panitia pilkakam,” harapnya.
Di sisi lain, Kapolsek Trimurjo AKP Kurmen Rubiyanto mengucapkan trimakasih kepada, kepada Pj. Kakam Pujoasri dan perangkat kampung yang telah menyiapkan waktu dan tempat sehingga terlaksana acara tersebut.
“Segala peraturan yang mengatur pelaksanaan pilkakam sudah ada yaitu Permendagri, Pergub, dan Perbup. Jadi laksanakan pilkakam ini sesuai aturan yang ada, sebab segala permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan pilkakam sesuai aturan itu dapat diselesaikan oleh panitia pilkakam,” kata mantan Kasat Binmas Polres Lamsel ini.
Selain itu lanjut Kurmen, panitia pilkakam dapat melaksanakan tugasnya secara jujur dan adil. Sebab menurut dia hal tersebut adalah kunci suksesnya pelaksanaan pilkakam.
“Panitia harus netral dan tidak memihak keada salah satu calon. Seluruh pihak keamanan pun baik TNI maupun Polri dilarang ikut berpolitik mendukung salah satu calon kakam, terlebih mempengaruhi untuk mendukung salah satu calon,” ungkapnya.
Masih dikatakannya, kepolisian akan memproses hukum pemberi atau penerima suap yang berkaitan untuk mendukung salah satu calon atau untuk mempengaruhi pemilih untuk tidak mendukung salah satu calon.
“Di pilkakam ini tidak ada gakumdu seperti pelaksanaan pemilu. Oleh karena itu permasalahan pelanggaran hukum yang dapat dipidanakan kepolisian akan menindak hal tersebut dan memproses hukum sesuai KUHP yang ada,” pungkasnya. (cw29/rid)
