Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR- Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Terbanggibesar, mengalami surplus selama dua tahun terakhir. Dana simpan pinjam perempuan (SPP) dan usaha ekonomi produktif (UEP) sebesar Rp 17 juta disumbangkan untuk kegiatan safari ramadhan di seluruh kampung dan kelurahan kecamatan setempat.
Hal itu dikatakan Suparno Ketua UPK Kecamatan Terbanggibesar. “Ya dua tahun belakangan ini kami mengalami surplus sebesar Rp 17 juta. Pada tahun 2017 sebesar Rp 10 juta dan 2018 sebesar Rp 7 juta. Dana itu kami sumbangkan untuk kegiatan safari Ramadhan dan santunan anak yatim,” ujar Suparno saat menggelar rapat koordinasi bersama pihak Kecamatan Terbanggibesar.
Menurutnya, dana sumbangan itu berasal dari dana bergulir SPP dan UEP. “Total aset UPK seluruhnya sebesar Rp 5,3 miliar. Sementara, tunggakan pinjaman nasabah sebesar 3,5 miliar yang macet. Tunggakan itu terjadi dari tahun 2007 hingga saat ini,” tambahnya.
Suparno mengatakan, kesulitan dalam penagihan. “Si peminjam tidak kooperatif dalam pembayaran. Kami tidak bisa menekan, permasalahannya karena tidak ada jaminan dalam peminjaman. Memang, dalam petunjuk teknis operasional PNPM Mandiri Perdesaan telah diatur. Dalam perjanjian peminjaman juga telah dibuat jika terjadi permasalahan atau tidak adanya pembayaran tuntutan ke ranah hukum. Namun, kembali kami tidak dapat berbuat banyak karena berbagai pertimbangan,” ujarnya.
Suparno berharap, masyarakat selaku peminjam dana UPK melalui SPP dan UEP agar taat dalam pembayaran. “Bagaimana kami dapat memutar dana itu kembali jika si peminjam tidak kooperatif,” harapnya.
Sementara itu Camat Terbanggibesar Fathul Arifin S.I.P., M.M mengucapakan terimakasih atas bantuan yang diberikan UPK setempat. “Dalam waktu dekat kami akan mengadakan safari Ramadhan di tiap kampung dan kelurahan Kecamatan Terbanggibesar. Saat ini, kami masih menyusun waktu dan tim yang dibagi tiap kampung dan kelurahan,” tandasnya. (cw25).
