Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah Dr. Nur Rohman, SE., M.Sos.I., menitip “pesan” kepada seluruh pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Lampung Tengah saat menghadiri rakor program jenjang Satuan Pendidikan Non Formal, Jumat (24/4).
Pesan tersebut yakni, meminta agar menjaga semangat melayani warga belajar. Menurutnya, masyarakat datang dengan harapan besar.
Selanjutnya, kelola lembaga secara akuntabel dan transparan serta terus berinovasi agar PKBM/SKB jadi pusat belajar masyarakat yang dirindukan.
“PKBM dan SKB adalah garda terdepan pendidikan nonformal. Peran pengelola dan tutor sangat besar dalam menuntaskan anak tidak sekolah, meningkatkan rata-rata lama sekolah, dan memberi keterampilan hidup bagi masyarakat,” kata kadisdikbud.
Melalui program Direktorat PNFI 2026, daerah didorong untuk memperluas akses layanan kesetaraan Paket A, B, C yang bermutu dan fleksibel.
Serta meningkatkan kualitas, pembelajaran lewat digitalisasi dan penguatan kompetensi tutor. Menguatkan link and match dengan dunia kerja melalui program kecakapan hidup dan vokasi.
Dan menjamin mutu lulusan lewat UPK yang kredibel sehingga ijazah kesetaraan benar-benar setara.
“Kepada para pengelola terima kasih atas dedikasinya. Tanpa keikhlasan program kesetaraan tidak akan berjalan. Kepada warga, belajarlah manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pendidikan adalah hak, dan masa depan ada di tangan kalian,” ungkapnya.
Nur Rohman mengajak menyukseskan program Direktorat PNFI 2026, dengan kolaborasi antara disdikbud, SKB, PKBM, dan seluruh pemangku kepentingan. “Saya yakin target pendidikan untuk semua akan tercapai di daerah kita,” harapnya. (rid)
