Berdayakan Wisata Religi dan Kelola Sampah Organik, Mahasiswa KKN PPM Kelompok 135 ITERA Hadirkan Inovasi di Kampung Pajar Mataram

Radarlamteng.com, SEPUTIHMATARAM — Mahasiswa KKN-PPM Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Kelompok 135 melaksanakan dua program pemberdayaan masyarakat di Kampung Pajar Mataram, Kecamatan Seputih
Mataram, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), yakni program “Gua Berdaya” dan Sosialisasi Metode Takakura pada Januari 2026.

Martin Delon Nainggolan selaku ketua KKN di Kampung Pajar Mataram mengatakan bahwa Penataan dan Promosi Wisata Religi Gua Maria Program kerja “Gua Berdaya” (Gua Maria Bersih, Aman, dan Berdaya) dilaksanakan selama lima hari yakni pada 13-14 Januari dan 28-30 Januari 2026.

Program ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya fasilitas pendukung di kawasan wisata religi Gua Maria, seperti tempat sampah, penanda arah, serta media informasi dan promosi.

Selain itu, kesadaran pengunjung terhadap kebersihan dan kesakralan
lokasi masih perlu ditingkatkan sehingga pengelolaan wisata belum berjalan optimal.

“Kegiatan diawali dengan gotong royong bersama pemuda Katolik (OMK) Kampung Pajar Mataram untuk membersihkan area Gua Maria sekaligus penyerahan tiga unit tempat sampah sederhana berbahan wadah bekas cat tembok yang telah diberi nama,” ucap Martin Delon, Rabu (4/2/2026).

Selanjutnya, mahasiswa melakukan pengambilan video profil Gua Maria sebagai media promosi wisata religi melalui media sosial.

Pada tahap berikutnya, lanjut Martin, tim KKN membuat dan memasang lima penanda arah berbahan besi plat di sejumlah titik menuju lokasi Gua Maria. Proses tersebut meliputi pembentukan, pengecatan, hingga pemasangan plang penunjuk arah.

Melalui program ini, kawasan Gua Maria kini lebih tertata, memiliki fasilitas kebersihan, serta penunjuk
arah yang memudahkan peziarah. Kehadiran video profil juga diharapkan mampu memperluas
promosi wisata religi kampung secara digital.

Sebagai kampung dengan mayoritas masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian dan rumah tangga. Adapun, Kampung Pajar Mataram menghasilkan limbah organik rumah tangga yang cukup signifikan setiap harinya

Sebelumnya, masyarakat telah mencoba mengolah sampah organik menggunakan metode eco enzim, namun dalam praktiknya metode tersebut menimbulkan bau kurang sedap dan belum berjalan
optimal.

Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 135 melaksanakan sosialisasi metode Takakura pada 19 Januari 2026. Metode ini diperkenalkan sebagai alternatif pengolahan sampah
organik yang lebih praktis, minim bau, dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

“Kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi mengenai prinsip kerja keranjang Takakura, alat dan
bahan yang diperlukan, serta tahapan pembuatan dan perawatan kompos,” ujar Martin Delon.

Dikatakannya, demonstrasi langsung turut dilakukan agar masyarakat memahami proses secara menyeluruh. Sebagai luaran, tim KKN menyediakan poster edukatif berisi panduan pembuatan kompos rumah tangga yang ramah lingkungan.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Dengan adanya metode Takakura, diharapkan pengelolaan sampah organik di Kampung Pajar Mataram dapat berjalan lebih efektif, mengurangi bau tidak sedap, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

“Melalui dua program tersebut, mahasiswa KKN-PPM ITERA Kelompok 135 berupaya mendukung pengembangan potensi wisata dan penguatan kesadaran lingkungan masyarakat Kampung Pajar Mataram secara berkelanjutan,” pungkasnya. (bil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *