Radarlamteng.com, SEPUTIHSURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lampung Tengah Dr. Nur Rohman, SE., M.Sos.I., kunjungi SDN Kenangasari, Kecamatan Seputihsurabaya, Selasa (15/4/2025).
Kunjungan tersebut sebagai respon dari laporan pihak sekolah. SDN Kenangasari mengalami kerusakan parah pada ruang belajarnya akibat termakan usia.
“Saya langsung ke SDN Kenangasari Seputihsurabaya didampingi Kabid PTK. Sebuah kunjungan yang dinanti-nantikan oleh seluruh jajaran dewan guru. Dan menjadi sejarah, sejak sekolah berdiri baru saat ini dikunjungi langsung oleh kepala dinas,” kata Nur Rohman, Kamis (17/4/2025).
Nur Rohman menuturkan kunjungan tersebut dalam rangka melihat langsung kondisi sekolah.
“Dan bagi saya sangat prihatin. Saya berharap, Insya Allah tahun ini bisa direalisasikan rehab lokal,” ujarnya.
Menurut Nur Rohman, masih banyak sekolah dengan kondisi yang sama di Lampung Tengah. “Saya yakin masih banyak sekolah-sekolah yang sangat urgen untuk segera ditangani,” paparnya.
Nur Rohman menegaskan bahwa salah satu kondisi yang dialami pada dunia pendidikan di Lampung Tengah seperti hal ini sudah menjadi perhatian khusus dirinya sebagai Kadisdikbud Lamteng.
“Yakinlah bahwa kami tidak diam. Kami akan terus melakukan upaya-upaya terbaik. Dengan tujuan agar anak-anak didik kita bisa nyaman bersekolah dengan sarana dan prasarana yang memadai,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan, SDN Kenangasari, Kecamatan Seputihsurabaya butuh perhatian khusus pemerintah.
Selain kondisi ruang belajarnya sudah rusak, sarana pendukungnya pun kurang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Banyak ruang kelas sudah kusam. Jendela-jendela kelas banyak yang rusak. Plafon jebol, bahkan ada kayu peyangga atapnya sudah patah. Kemudian meja belajar sudah banyak yang lapuk.
Jika tidak disegerakan untuk mendapat renovasi, akan membahayakan murid. Selain itu, sekolah tersebut terancam tutup karena tidak lagi diminati.
“Tahun ajaran lalu, kelas 1 hanya dapat 9 murid. Kemungkinan tahun ajaran baru nanti, kelas 1 cuma dapat 5 murid saja,” kata Tarmuzi, plt Kepala SDN Kenangasari. (rid)
