Pengusaha Toko Sembako di Sidodadi Dirampok, Polisi Buru Pelaku

Radarlamteng.com, BANDARSURABAYA – Pengusaha toko sembako di Kampung Sidodadi, Kecamatan Bandarsurabaya, Dodi Suprayogi (54) dan istrinya Sri Dela (46) menjadi korban perampokan sadis, Jumat (21/3/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Informasi yang didapat, Sri Dela meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul pelaku di bagian mata dan kepala.

Sedangkan suaminya Dodi Suprayogi mengalami luka serius di bagian kepala dan saat ini sedang menjalani perawatan medis.

Ari Wiyono (36) warga sekitar mengatakan para perampok masuk dengan modus menjadi sales. Namun ia tidak mengetahui berapa jumlah pelakunya. “Katanya pura-pura jadi sales. Begitu masuk langsung merampok,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lampung Tengah Andik Purnomo Sigit melalui Kapolsek Seputihsurabaya, AKP Mahdum Yazin mengatakan bahwa korban memiliki usaha toko sembako, termasuk jajanan untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri, dan ia menyimpan stok barang dagangan tersebut di rumahnya.

Adapun peristiwa perampokan ini, kata Kapolsek, bermula ketika korban Dodi Suprayogi sedang melayani pelaku yang berpura-pura membeli minuman di rumahnya.

Tanpa diduga, pelaku tiba-tiba memukul korban dari belakang menggunakan botol minuman hingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.

“Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian menjerat leher korban dengan tali sebelum meninggalkannya di dalam gudang,” kata kapolsek saat di konfirmasi, Sabtu (22/3/25).

Korban akhirnya sadar sekitar pukul 02.00 WIB dini hari dan langsung membangunkan saksi bernama Maryatin untuk meminta bantuan.

Saat para saksi tiba di rumah korban, mereka menemukan Sri Dela yang merupakan istri korban sudah meninggal dunia di atas kasur dengan luka lebam di mata kiri serta luka akibat hantaman benda tumpul di kepala.

Selain itu, sejumlah barang berharga milik korban juga hilang.

Diantaranya uang tunai sekitar Rp 50 juta, satu unit HP merk Realme, satu unit HP merk Vivo, satu unit mesin ADC BRI beserta ATM korban.

“Saat ini, Tim Gabungan Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memburu para pelaku yang identitasnya belum diketahui,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku secepat mungkin.

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan.

“Kami akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini, mohon doa agar para pelaku segera tertangkap,” katanya.

Tim Gabungan Tekab 308 Polres Lampung Tengah dan Polsek Seputihsurabaya masih terus memburu para pelakunya. (rls/rid/gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *