Peringati Isra Mi’raj, 2 Santri TPQ Al Ikhlas Simpangagung Khotmil Qur’an

Radarlamteng.com, SEPUTIHAGUNG – TPQ Al Ikhlas Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah menghantarkan 2 santri terbaiknya Elsa Putri Salda dan Gibran Ilham Sukamto berhasil Khotmil Qur’an.Bersamaan dengan peringatan Isra Mi’raj yang digelar pada Kamis (29/1/2025) kegiatan ini juga diikuti santri-lain yang berhasil meraih juara dari berbagai lomba.

Ketua Yayasan Al Ikhlas Simpang Agung Suci Hartati,S.H mengapresiasi semangat para santri yang antusias mengikuti setiap lomba yang digelar.

“Peringatan Isra Mi’raj selain menjadi satu sarana memperkuat rasa cinta rasul untuk mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW juga diharapkan menjadi satu kesempatan untuk melatih kemampuan dan ketrampilan serta pembiasaan anak dalam mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Terimakasih kepada seluruh wali santri, Kepala Kampung serta perwakilan dari Rumah Sakit Mitra Mulia Husada Bandarjaya yang mendukung TPQ Al Ikhlas,” ujarnya.

Kepala Kampung Simpang Agung Pramono mendukung TPQ Al Ikhlas Simpang Agung yang ingin mengembangkan pendidikan ilmu agama kepada anak-anak di Simpang Agung.

“Kami melihat ini sangat positif untuk meningkatkan pendidikan ilmu agama kepada anak-anak dari usia dini dan SD, diharapkan akan lebih maju kedepannya,” paparnya.

Sementara itu, Humas RS Mitra Mulia Husada (RS.MMH) Bandarjaya Sudarmaji mewakili Direktur PT Mitra Mulia Husada dr.Uswatun Hasanah mengatakan selain sebagai pusat layanan kesehatan, RS MMH juga konsern dengan dunia pendidikan dengan membantu santri yang ingin belajar ilmu agama di pondok pesantren dengan memberikan biaya siswa.

“RS MMH menjadi bagian dari seluruh lapisan masyarakat, saat ini melalui program peduli pendidikan kami membantu memberikan beasiswa pendidikan santri.

Melalui peringatan Isra Mi’raj dan Khotmil Qur’an semoga kita semua akan mendapat barokahnya dari santri yang telah mampu menghapal kitab suci Al Qur’an,” ungkapnya.

Sudarmaji bersama tim RS.MMH Bandarjaya juga melihat langsung lokasi tempat santri TPQ Al Ikhlas untuk belajar mengaji yang masih dengan kondisi apa adanya.

Pimpinan TPQ Al Ikhlas Bidayatus Sholihah mengutarakan tempat mengaji masih sangat terbatas dan apa adanya, dengan menggunakan alas tikar anyaman, dengan papan tulis masih kayu.

“Rumah ini masih menumpang dan dari hasil tabunga santri serta bantuan dermawan kami baru bisa membeli alat untuk belajar Hadroh atau rebana.

“Anak-anak santri sudah sangat semangat ingin belajar menggunakan Hadroh dan nanti diharapkan bisa ditampilkan pada kegiatan hajat teman atau keluarga. Pada even Isro Miroj selalu digelar lomba seperti lomba azan, lomba sholat, lomba pidato, lomba menggambar dan kaligrafi.

Hal ini, lanjutnya ditujukan untuk memberi motifasi semangat anak santri lebih giat dan rajin belajar mengajinya,” ujarnya.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *